Berita Nasional
Susu Nestle Bermasalah Dipastikan Produk Impor, Ini Penjelasan BPOM
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan bahwa produk susu Nestlé yang terindikasi tercemar toksin cereulide bukan merupakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-SUSU-siswa-keracunan.jpg)
Ringkasan Berita:
- BPOM RI memastikan susu Nestlé yang terindikasi tercemar toksin cereulide bukan merupakan produk buatan Indonesia.
- Produk tersebut adalah susu formula impor dengan proses pengawasan mutu dilakukan di Eropa.
- Nestlé Indonesia menyatakan hanya dua batch produk dari Swiss yang ditarik sebagai langkah kehati-hatian dan hasil pengujian menunjukkan cereulide tidak terdeteksi.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan bahwa produk susu Nestlé yang terindikasi tercemar toksin cereulide bukan merupakan hasil produksi dalam negeri.
Produk tersebut merupakan susu formula impor yang diproduksi di luar Indonesia, dengan proses pendaftaran serta pengawasan mutu dilakukan di Eropa sesuai standar negara asal.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan, pihaknya telah menjalankan seluruh mekanisme pengawasan dan penyampaian informasi kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Produk ini tidak diproduksi di Indonesia. Ini produk luar negeri yang diajukan izinnya oleh industri, dalam hal ini Nestlé. Proses quality control dilakukan di Eropa, tempat produk tersebut diproduksi,” ujar Taruna saat ditemui di kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Taruna menjelaskan, status produk impor tersebut dapat dilihat dari Nomor Izin Edar yang tercantum pada kemasan, yakni dengan kode ML yang menandakan Makanan Luar atau impor.
Ia juga memastikan BPOM telah mengeluarkan peringatan serta langkah pengawasan lanjutan untuk melindungi konsumen di Indonesia.
Nestlé Indonesia: Produk Impor, Bukan Buatan Lokal
Sejalan dengan pernyataan BPOM, Nestlé Indonesia turut menegaskan bahwa susu formula yang ditarik dari peredaran bukan merupakan produk yang diproduksi di Indonesia.
Perusahaan menyatakan, penarikan dilakukan secara terbatas terhadap dua batch produk impor sebagai langkah kehati-hatian terkait potensi cemaran.
Nestlé Indonesia menjelaskan, kedua batch tersebut berasal dari Swiss dan ditarik sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keamanan pangan.
Dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (15/1/2026), Nestlé Indonesia menegaskan bahwa seluruh produk impor yang dipasarkan di Tanah Air telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu, baik berdasarkan standar nasional maupun internasional.
Adapun produk yang dimaksud adalah Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan, dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1.
“Kedua batch tersebut telah melalui pengujian dengan metode paling akurat, dan hasilnya menunjukkan bahwa cereulide tidak terdeteksi,” tulis Nestlé Indonesia dalam pernyataannya.
Nestlé juga menegaskan akan terus bekerja sama dengan BPOM untuk memastikan keamanan produk serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat.
(*)
| Vlog di Rumah Duka Vidi Aldiano Tuai Kritik, Sule Akhirnya Minta Maaf dan Hapus Videonya |
|
|---|
| Ada 4 Simulator Berkuda di Markas Polisi Satwa Depok, Harga per Unit Rp1 Miliar |
|
|---|
| 252 Dapur MBG Ditutup Sementara Gara-gara Belum Penuhi Standar Sanitasi dalam 30 Hari |
|
|---|
| Nama Komisioner Ombudsman Muncul dalam Pengusutan Kasus Minyak Goreng |
|
|---|
| Presiden Prabowo Akui Perang Iran-Amerika Bisa Berdampak ke Indonesia, Ada Potensi Kenaikan Harga |
|
|---|