Sains
Studi Baru Ungkap Efek Tersembunyi Obat Darah Tinggi, Disebut Penyebab Gangguan Usus
Banyak orang di seluruh dunia mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sebuah masalah kesehatan yang sangat umum.
Ringkasan Berita:
- Penelitian dari Imperial College London menemukan kaitan antara jenis obat tekanan darah tertentu dengan peningkatan risiko gangguan usus, khususnya divertikulosis.
- Studi ini menganalisis data genetik sekitar 750.000 orang untuk menelusuri efek jangka panjang obat hipertensi.
- Meski demikian, pasien diimbau tidak menghentikan obat tanpa konsultasi dokter karena penghentian mendadak dapat berbahaya.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Banyak orang di seluruh dunia mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sebuah masalah kesehatan yang sangat umum.
Jika tidak ditangani dengan baik, tekanan darah tinggi dapat memicu masalah serius seperti serangan jantung atau stroke.
Untuk mengendalikan tekanan darah tinggi, dokter biasanya menyarankan perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan yang lebih baik dan rutin berolahraga.
Namun, dalam banyak kasus, perubahan gaya hidup saja tidak cukup sehingga pasien perlu mengonsumsi obat-obatan.
Beberapa jenis obat tekanan darah yang paling umum digunakan adalah ACE-inhibitor, beta-blocker, dan calcium channel blocker.
Baca juga: Real Madrid Resmi Pecat Xabi Alonso, Alvaro Arbeloa Ditunjuk Jadi Pelatih Baru
Obat-obatan ini bekerja dengan cara yang berbeda untuk membantu mengontrol tekanan darah.
Meski jutaan orang mengonsumsinya setiap hari dengan aman, para ilmuwan masih terus meneliti dampak jangka panjang obat-obatan tersebut terhadap organ tubuh lainnya.
Tim peneliti dari Imperial College London baru-baru ini menelusuri kemungkinan hubungan antara obat tekanan darah dan masalah kesehatan lain.
Para ilmuwan menggunakan data genetik dari sekitar 750.000 orang untuk memperdalam analisis mereka.
Dalam penelitian tersebut, mereka mempelajari protein dalam tubuh yang menjadi target kerja obat tekanan darah.
Setelah itu, para peneliti menelusuri variasi genetik kecil yang berkaitan dengan protein tersebut untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap berbagai kondisi kesehatan lain.
Penelitian ini menelaah risiko hampir 900 jenis penyakit dan gangguan kesehatan.
Salah satu temuan yang mengejutkan adalah bahwa jenis calcium channel blocker tertentu, yang dikenal sebagai non-dihydropyridine, berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan usus, khususnya divertikulosis.
Divertikulosis adalah kondisi ketika kantong-kantong kecil atau tonjolan terbentuk di dinding usus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-hipertensi.jpg)