SEPAK BOLA
Real Madrid Resmi Pecat Xabi Alonso, Alvaro Arbeloa Ditunjuk Jadi Pelatih Baru
Real Madrid mengambil keputusan besar pada Senin malam dengan memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PELATIH-BARU-Alvaro-pengganti-Alonso-bagaimana-ekpektasi-Real-Madrid.jpg)
Masih menurut sumber yang sama, tim-tim asuhan Arbeloa umumnya menggunakan formasi 4-3-3.
Ciri khasnya adalah peran full-back yang sangat agresif, kerap naik membantu serangan dan melewati winger.
Arbeloa menekankan permainan melebar melalui sayap, menggunakan penyerang nomor sembilan murni, dengan para penyerang sayap yang sering melakukan cut inside ke area tengah.
Di lini tengah, ia biasanya menempatkan satu gelandang bertahan sebagai jangkar yang berdiri tepat di depan lini pertahanan.
Skema ini memberi keseimbangan antara agresivitas menyerang dan kestabilan bertahan.
Ketika kehilangan bola, Arbeloa sangat mengutamakan pressing tinggi.
Filosofi ini diyakini akan coba diterapkannya di tim utama Real Madrid.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, gaya kepelatihannya bahkan kerap dibandingkan dengan Jurgen Klopp, terutama dalam hal upaya merebut bola secepat mungkin di area lawan dan memanfaatkan ruang lewat serangan balik cepat.
Sosok Arbeloa di Dalam dan Luar Lapangan
Real Madrid memandang Arbeloa sebagai pelatih modern. Diario AS menjelaskan bahwa kedatangannya di sistem akademi membawa perubahan besar dalam hal profesionalisme.
Mantan pemain timnas Spanyol itu dikenal sangat akrab dengan teknologi.
Ia rutin menggunakan perangkat analisis canggih untuk memantau latihan dan pertandingan, bahkan tak jarang merekam sesi latihan menggunakan drone.
Selain itu, Arbeloa juga dikenal berani mengambil keputusan-keputusan besar saat pertandingan berlangsung demi mengubah jalannya laga.
Karakter ini membuatnya sering dipuji sebagai pelatih yang tidak ragu mengambil risiko.
Namun, di sisi lain, sikap emosional dan penuh gairah juga menjadi ciri khas Arbeloa.
Hal tersebut justru disukai oleh manajemen klub. Ia dikenal vokal dalam mengkritik kepemimpinan wasit, bahkan kerap membela sikap keras Real Madrid dalam konflik mereka dengan perangkat pertandingan di Spanyol.