Berita Internasional

Penangkapan Maduro Picu Ketegangan Global, Sekutu AS Ikut Menegur

Gelombang kecaman internasional terhadap Amerika Serikat terus menguat menyusul operasi militer lintas negara yang berujung

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Penangkapan Maduro Picu Ketegangan Global, Sekutu AS Ikut Menegur
TribunGorontalo.com
VENEZUELA -- Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat memicu kecaman luas dari PBB dan berbagai negara. 

Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari Kuba, Kolombia, serta dua anggota tetap Dewan Keamanan, Rusia dan China.

Duta Besar Kuba untuk PBB, Ernesto Soberon Guzman, menilai Amerika Serikat secara sepihak memperluas yurisdiksi hukumnya melalui kekuatan militer dan penyitaan aset, yang menurutnya juga berdampak pada negara-negara lain.

Rusia: AS Tak Berhak Jadi Penentu Tunggal

Rusia turut menyuarakan penolakan keras. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyatakan Amerika Serikat tidak memiliki legitimasi untuk bertindak sebagai “hakim dunia” yang bebas menyerang negara lain, menetapkan kesalahan, dan menegakkan hukuman tanpa menghormati kedaulatan.

Ia menegaskan bahwa prinsip non-intervensi adalah fondasi sistem internasional yang tidak boleh dikikis atas nama kepentingan sepihak.

Menariknya, kritik juga datang dari negara-negara yang selama ini tergolong dekat dengan Washington. Meksiko dan Denmark menyampaikan pandangan kritis terhadap operasi AS tersebut.

Duta Besar Meksiko Hector Vasconcelos menyatakan Dewan Keamanan PBB wajib bertindak objektif tanpa standar ganda.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Gorontalo Rabu 7 Januari 2026: Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Ringan

Ia menegaskan bahwa masa depan suatu bangsa harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri, bukan oleh tekanan eksternal.

Denmark menegaskan prinsip serupa. Duta Besar Denmark Christina Markus Lassen menyatakan bahwa kedaulatan dan keutuhan wilayah negara tidak dapat dinegosiasikan atau dipengaruhi melalui ancaman kekuatan.

Pernyataan itu juga dinilai sebagai respons tak langsung terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Greenland.

Prancis Ubah Nada Sikap

Prancis, yang sebelumnya sempat menyampaikan pernyataan kontroversial terkait penangkapan Maduro, kini mengambil posisi berbeda.

Wakil Duta Besar Prancis Jay Dharmadhikari menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer oleh AS bertentangan dengan prinsip penyelesaian damai sengketa internasional.

Pernyataan ini menandai pergeseran sikap Paris di tengah meningkatnya tekanan global terhadap Washington.

Di tengah kritik internasional, Amerika Serikat tetap mempertahankan sikapnya.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyebut operasi tersebut sebagai tindakan penegakan hukum yang terukur terhadap individu yang diklaim sebagai buronan hukum AS.

Gedung Putih juga membela serangan udara dan operasi militer di Venezuela serta perairan sekitarnya dengan alasan perlindungan keamanan nasional.

Washington menuduh, tanpa merilis bukti terbuka, bahwa Maduro memiliki keterkaitan dengan jaringan narkotika yang dikategorikan sebagai ancaman terorisme.

(*) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 03 Maret 2026 (13 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved