Kebakaran Panti Werdha
Detik-detik 16 Lansia Tewas di Panti Jompo Manado, Dikepung Api dari Belakang
Kebakaran hebat yang melanda Panti Jompo Werdha Damai di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (28/12/2026) malam, bukan sekadar peristiwa kebakaran biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKARAN-PANTI-Kondisi-Panti-Werdha-Manado-usai-terbakar-Minggu-malam-28122025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kebakaran hebat di Panti Jompo Werdha Damai Manado pada Minggu malam (28/12/2026) berubah menjadi tragedi kemanusiaan setelah api yang diduga muncul dari belakang bangunan menewaskan 16 lansia
- Proses evakuasi berlangsung dramatis karena keterbatasan akses dan kondisi penghuni, dengan petugas harus mengangkat lansia satu per satu, termasuk yang menggunakan kursi roda
- Tragedi ini menyisakan duka mendalam sekaligus menyoroti persoalan keselamatan hunian lansia di kawasan pemukiman padat.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kebakaran hebat yang melanda Panti Jompo Werdha Damai di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (28/12/2026) malam, bukan sekadar peristiwa kebakaran biasa.
Api yang diduga muncul dari bagian belakang bangunan itu menjelma menjadi jebakan maut bagi para lansia yang sebagian besar memiliki keterbatasan fisik.
Dalam kepungan asap pekat dan kobaran api, 16 penghuni panti kehilangan nyawa.
Sementara 16 lainnya selamat setelah melalui proses evakuasi dramatis.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 20.36 Wita. Api dengan cepat merambat ke seluruh bangunan panti yang berada di kawasan pemukiman padat Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Manado baru berhasil menjinakkan api sekitar pukul 21.30 Wita.
Saat api melahap bangunan, sebagian penghuni terjebak karena kondisi fisik yang lemah, bahkan ada yang harus dievakuasi menggunakan kursi roda.
Baca juga: Cara Daftar Bansos Kemensos 2026 Online Pakai e-KTP, Ini Panduan Lengkap dari Awal hingga Penetapan
Di tengah kepanikan, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan warga sekitar berjuang membuka akses evakuasi yang sempit.
Pagar tinggi di sisi panti, sebagian dipasangi duri dan beling, menjadi satu-satunya jalur penyelamatan.
Para lansia dibopong satu per satu, tubuh mereka dioper melewati pagar demi menjauh dari kobaran api. Asap tebal membuat proses penyelamatan berlangsung dalam risiko tinggi.
Reki, salah satu petugas Damkar, menjadi saksi langsung kerasnya perjuangan malam itu.
Ia mengaku berhasil mengevakuasi tujuh orang dari dalam panti.
“Ada yang sudah di kursi roda, kami angkat satu per satu, dinaikkan ke pagar,” katanya dengan suara bergetar.
Namun tak semua perjuangan berakhir bahagia. Seorang lansia yang sempat diselamatkan akhirnya meninggal dunia akibat terlalu lama menghirup asap.
Kisah paling membekas bagi Reki adalah seorang oma yang sempat berbicara kepadanya di tengah kepanikan.
“Oma itu bilang, tanggal 5 mau bersama keluarganya. Tapi ternyata ia meninggal dunia,” ujarnya.
Reki mengaku syok dan tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kembali kejadian tersebut.
Sebanyak 16 korban selamat kini menjalani perawatan intensif di RSUD Manado.
Sementara itu, jenazah 16 korban meninggal dunia dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk proses identifikasi.
Polisi telah mengamankan lokasi kejadian dan membuka Posko DVI Ante Mortem bagi keluarga korban.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan mengatakan, personel Polsek Tikala bersama Satuan Samapta Polresta Manado langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mencegah gangguan keamanan.
“Jumlah korban meninggal sebanyak 16 orang dan saat ini sedang dilakukan proses identifikasi oleh tim kepolisian,” ujarnya.
Panti Jompo Werdha Damai sendiri dikenal warga sekitar dengan nama lama Gertruida, sesuai nama pendirinya.
Bangunan panti berada di tengah pemukiman padat, dengan akses terbatas dan pagar tinggi di sisi-sisinya, kondisi yang diduga turut menyulitkan proses evakuasi saat kebakaran terjadi.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam dan membuka kembali pertanyaan soal keselamatan hunian lansia, terutama di kawasan padat penduduk.
Di balik angka korban, ada kisah-kisah tentang harapan yang tak sempat terwujud, dan perjuangan petugas yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan mereka yang paling rentan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.