Tahun Baru 2026

Libur Nataru Tiba, Anak Rentan Terserang Flu: Dokter Ungkap Risiko dan Cara Pencegahannya

Waspada flu anak saat Nataru! Cegah dengan asupan gizi, jaga kebersihan, dan vaksinasi influenza.

Editor: Tita Rumondor
Canva
LIBUR NATARU 2026 - Ilustrasi anak kecil sedang flu - Waspada flu anak saat Nataru! Cegah dengan asupan gizi, jaga kebersihan, dan vaksinasi influenza. Berikut tips pencegahan yang dapat dilakukan orang tua! 

Ringkasan Berita:
  • Perubahan cuaca saat libur Nataru meningkatkan risiko flu pada anak karena daya tahan tubuh menurun dan penularan virus melalui droplet yang sangat cepat.
  • Berbeda dengan pilek biasa, flu ditandai demam tinggi hingga 40°C. Kelompok rentan seperti bayi dan anak kurang gizi berisiko tinggi mengalami komplikasi berat.
  • Orang tua diimbau menjaga asupan gizi, kebersihan tangan, memakai masker, serta melengkapi vaksinasi influenza yang bisa dimulai sejak usia 6 bulan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Memasuki masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), risiko anak terserang flu cenderung meningkat akibat perubahan kondisi cuaca.

Flu merupakan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas yang meliputi hidung, rongga mulut, dan tenggorokan.

Perubahan cuaca dapat menyebabkan daya tahan tubuh anak menurun, sehingga mereka lebih mudah terpapar virus influenza.

Melansir dari Tribunnews.com , Dokter spesialis anak, dr Rika Hapsari MKedKlin SpA, membagikan sejumlah langkah pencegahan flu pada anak yang dapat dilakukan orang tua sejak dini, sebagaimana disampaikan melalui kanal YouTube Unair.

Ia menegaskan bahwa anak-anak termasuk kelompok yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap flu dan berpotensi mengalami gejala yang lebih berat dibandingkan orang dewasa.

“Gejalanya pada anak dan orang dewasa sebenarnya mirip, seperti demam, pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan. Namun pada anak, keluhannya bisa lebih berat karena mereka termasuk kelompok rentan,” jelasnya.

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Mengintai Lansia, Ini Jenis Makanan yang Perlu Dihindari


Penularan virus influenza terjadi dengan sangat mudah melalui droplet. 

Virus influenza dapat menular dengan mudah melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian disentuh oleh orang lain.

Situasi ini menyebabkan flu cepat menyebar, khususnya di lingkungan dengan tingkat interaksi tinggi seperti rumah dan sekolah.

Namun, flu kerap keliru dianggap sebagai pilek biasa.

Padahal, influenza merupakan salah satu penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak, selain virus lain seperti rhinovirus dan RSV.

Meski gejalanya tampak serupa, flu umumnya ditandai dengan demam tinggi yang muncul sejak awal penyakit.

“Pada influenza, demamnya biasanya tinggi di awal, bisa mencapai 39 hingga 40 derajat. Pileknya dapat bertahan sampai sekitar tujuh hari, sementara batuk umumnya berlangsung tiga sampai empat hari,” tuturnya.

Anak usia dini, bayi prematur, anak dengan kondisi gizi kurang, imunisasi yang belum lengkap, serta anak yang memiliki penyakit penyerta berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat flu.

Pencegahan

Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui langkah sederhana, seperti memakai masker saat sakit, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta memastikan asupan gizi anak tetap seimbang guna mendukung daya tahan tubuh.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved