Berita Nasional
Depok Mencekam, 10 Sekolah Diteror Bom Lewat Email: Gegana Sisir Kelas hingga Toilet
Ancaman serius itu langsung direspons aparat kepolisian dengan menurunkan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Brimob Polri ke
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TEROR-BOM-Tim-Jibom-dan-gegana-melakukan-penyisiran-terhadap-10-sekolah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ancaman bom melalui email menyasar 10 sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, dan langsung direspons polisi dengan menurunkan Tim Gegana Brimob untuk melakukan penyisiran.
- Pemeriksaan dilakukan menyeluruh di ruang kelas, ruang guru, hingga toilet, namun tidak ditemukan bahan peledak atau benda mencurigakan.
- Meski situasi dinyatakan aman, polisi tetap menyelidiki motif dan memburu pelaku teror tersebut.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Suasana Kota Depok, Jawa Barat, sempat diliputi ketegangan usai teror bom menyasar sejumlah sekolah, Selasa (23/12/2025) dini hari.
Ancaman serius itu langsung direspons aparat kepolisian dengan menurunkan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Brimob Polri ke lokasi-lokasi yang disebut dalam pesan teror.
Salah satu sekolah yang menjadi sasaran ancaman adalah SMA Arrahman. Sejak pagi, area sekolah dipenuhi personel bersenjata lengkap.
Menggunakan alat deteksi khusus, Tim Gegana menyisir setiap sudut sekolah secara teliti, mulai dari ruang guru, ruang kelas, hingga toilet, untuk memastikan tidak ada bahan peledak maupun benda mencurigakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari TribunnewsDepok.com, total ada 10 sekolah di Depok yang menerima ancaman bom melalui email. Sekolah-sekolah tersebut antara lain:
SMA Arrahman
SMA Mawaddah
SMA Muhammadiyah 4 Depok
SMA PGRI Depok
SMA Bintara Depok
SMA Budi Bhakti
SMA Cakra Buana
SMA Muhammadiyah 7 Depok
SMA IT Nururrahman
SMAN 6 Depok
Ancaman Dikirim Lewat Email, Pelaku Ngaku Akan Tebar Teror
Teror tersebut dikirimkan pelaku melalui sebuah email yang ditujukan ke akun resmi sekolah.
Isi pesannya tidak hanya mengancam peledakan bom, tetapi juga menyebut rencana penculikan siswa hingga penyebaran narkoba di lingkungan sekolah.
“Sekolah se-Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini,” tulis pelaku dalam email ancamannya.
Ancaman itu sontak membuat pihak sekolah dan aparat bergerak cepat, meski sebagian besar sekolah sedang tidak menggelar kegiatan belajar mengajar karena libur semester.
Polisi Pastikan Belum Ditemukan Bom
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan adanya ancaman tersebut dan memastikan aparat telah melakukan langkah pengamanan maksimal.
“Hingga saat ini, enam sekolah sudah kami lakukan pengecekan. Empat sekolah lainnya masih dalam proses pemeriksaan,” kata Made, dikutip dari TribunnewsDepok.com.
Dari hasil penyisiran sementara, polisi memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan di lokasi-lokasi yang telah diperiksa. Meski begitu, penjagaan dan penyelidikan tetap diperketat.
Motif Pelaku: Kesal, Kecewa, dan Klaim Korban Kejahatan
Lebih lanjut, Made mengungkapkan bahwa berdasarkan isi pesan yang dikirimkan, pelaku diduga memiliki motif pribadi. Pelaku disebut merasa kesal dan kecewa terhadap pihak sekolah maupun kepolisian di Depok.
Dalam email terornya, pelaku bahkan mengaku sebagai korban rudapaksa dan menyampaikan kekecewaan lantaran kasus yang dialaminya belum terungkap oleh aparat penegak hukum.
“Tentu apapun permasalahan ataupun keluhan yang disampaikan oleh pelaku, pasti akan kami selidiki,” ujar Made.
Meski demikian, polisi belum memastikan identitas pelaku. Aparat masih menelusuri apakah ancaman tersebut benar dikirim oleh pemilik akun email atau ada pihak lain yang menyalahgunakan akun tersebut.
Ancaman Diterima Sejak Sore Hari
Seorang operator sekolah berinisial DA mengungkapkan bahwa informasi terkait ancaman bom sebenarnya sudah diterima sejak Senin sore, sekitar pukul 16.30 WIB.
Begitu mengetahui adanya ancaman, ia langsung mendatangi sekolah untuk memastikan situasi aman. Beruntung, saat itu tidak ada aktivitas belajar mengajar sehingga ancaman tersebut tidak menimbulkan kepanikan di kalangan siswa.
“Email sekolah dari email pribadi, email sekolah yang ditujukan ke sekolah-sekolah yang lain,” ujar DA saat ditemui di lokasi.
Saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan terus memburu keberadaan pelaku. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.(*)
| Aturan Baru THR dan Gaji ke-13 ASN 2026 Resmi Berlaku, Ini Mekanisme |
|
|---|
| Lengkap! Ketentuan THR Karyawan Swasta 2026 dan Sanksi Jika Terlambat |
|
|---|
| Delapan Mobil Disegel Usai OTT Korupsi, KPK Sita Kendaraan Bupati Pekalongan |
|
|---|
| 75 Ribu Pelajar di Bandung Alami Stres hingga Depresi, Sekolah Siap Lakukan Asesmen |
|
|---|
| Jenazah Wanita Dihadang Warga saat Diantar ke Pemakaman, Terungkap Rupanya Punya Hutang Belum Lunas |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.