Berita Nasional
Depok Mencekam, 10 Sekolah Diteror Bom Lewat Email: Gegana Sisir Kelas hingga Toilet
Ancaman serius itu langsung direspons aparat kepolisian dengan menurunkan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Brimob Polri ke
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TEROR-BOM-Tim-Jibom-dan-gegana-melakukan-penyisiran-terhadap-10-sekolah.jpg)
Ancaman Dikirim Lewat Email, Pelaku Ngaku Akan Tebar Teror
Teror tersebut dikirimkan pelaku melalui sebuah email yang ditujukan ke akun resmi sekolah.
Isi pesannya tidak hanya mengancam peledakan bom, tetapi juga menyebut rencana penculikan siswa hingga penyebaran narkoba di lingkungan sekolah.
“Sekolah se-Kota Depok yang terima email gua, gua bakal teror bom sama culik bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang terima email ini,” tulis pelaku dalam email ancamannya.
Ancaman itu sontak membuat pihak sekolah dan aparat bergerak cepat, meski sebagian besar sekolah sedang tidak menggelar kegiatan belajar mengajar karena libur semester.
Polisi Pastikan Belum Ditemukan Bom
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan adanya ancaman tersebut dan memastikan aparat telah melakukan langkah pengamanan maksimal.
“Hingga saat ini, enam sekolah sudah kami lakukan pengecekan. Empat sekolah lainnya masih dalam proses pemeriksaan,” kata Made, dikutip dari TribunnewsDepok.com.
Dari hasil penyisiran sementara, polisi memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan di lokasi-lokasi yang telah diperiksa. Meski begitu, penjagaan dan penyelidikan tetap diperketat.
Motif Pelaku: Kesal, Kecewa, dan Klaim Korban Kejahatan
Lebih lanjut, Made mengungkapkan bahwa berdasarkan isi pesan yang dikirimkan, pelaku diduga memiliki motif pribadi. Pelaku disebut merasa kesal dan kecewa terhadap pihak sekolah maupun kepolisian di Depok.
Dalam email terornya, pelaku bahkan mengaku sebagai korban rudapaksa dan menyampaikan kekecewaan lantaran kasus yang dialaminya belum terungkap oleh aparat penegak hukum.
“Tentu apapun permasalahan ataupun keluhan yang disampaikan oleh pelaku, pasti akan kami selidiki,” ujar Made.
Meski demikian, polisi belum memastikan identitas pelaku. Aparat masih menelusuri apakah ancaman tersebut benar dikirim oleh pemilik akun email atau ada pihak lain yang menyalahgunakan akun tersebut.
Ancaman Diterima Sejak Sore Hari
Seorang operator sekolah berinisial DA mengungkapkan bahwa informasi terkait ancaman bom sebenarnya sudah diterima sejak Senin sore, sekitar pukul 16.30 WIB.
| Lengkap! Ketentuan THR Karyawan Swasta 2026 dan Sanksi Jika Terlambat |
|
|---|
| Delapan Mobil Disegel Usai OTT Korupsi, KPK Sita Kendaraan Bupati Pekalongan |
|
|---|
| 75 Ribu Pelajar di Bandung Alami Stres hingga Depresi, Sekolah Siap Lakukan Asesmen |
|
|---|
| Jenazah Wanita Dihadang Warga saat Diantar ke Pemakaman, Terungkap Rupanya Punya Hutang Belum Lunas |
|
|---|
| Guntur Romli Soroti Tak Ada Ucapan Duka Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei |
|
|---|