BERITA TEKNOLOGI
Harga RAM Meroket! Samsung Dikabarkan Naikkan Harga Hingga 100 Persen di Tengah Krisis Memori
Harga RAM global kian tak terkendali seiring pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) yang menyedot pasokan perangkat keras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Harga-RAM-global-kian-melonjak-seiring-industri-AI.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga RAM global kian melonjak seiring industri AI menyedot pasokan memori, dengan Samsung dikabarkan menaikkan harga RAM hingga lebih dari 100 persen.
- Kenaikan ini dipicu kelangkaan stok, bahkan Samsung disebut tidak memiliki RAM siap jual untuk pelanggan.
- Dampaknya, konsumen dan perakit PC terpaksa menerima harga tinggi dan menunda upgrade perangkat.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Harga RAM global kian tak terkendali seiring pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) yang menyedot pasokan perangkat keras.
Di tengah situasi ini, Samsung dikabarkan mengambil langkah drastis dengan melipatgandakan harga RAM, memicu kekhawatiran baru bagi konsumen dan pelaku industri PC.
Kenaikan harga RAM sebenarnya bukan kejutan besar. Seiring perusahaan teknologi semakin fokus memenuhi kebutuhan pusat data dan bisnis berbasis AI, produk konsumen mulai terpinggirkan.
Bahkan, beberapa produsen hardware memilih menutup lini konsumen mereka demi memprioritaskan pasar korporasi.
Baca juga: Usai Tiket Diprotes Kemahalan, FIFA Akhirnya Jual Tiket Piala Dunia 2026 Sejutaan
Situasi tersebut sempat memunculkan spekulasi bahwa Samsung akan mengikuti langkah serupa dan menarik diri dari pasar konsumen.
Namun, Samsung telah menegaskan bahwa mereka tidak berniat menarik produk dari pasaran. Masalah utamanya justru berbeda: stok RAM yang sangat terbatas.
Harga DDR5 Disebut Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
Laporan terbaru yang ramai dibicarakan media Taiwan menyebut Samsung menaikkan harga kontrak RAM secara signifikan.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui akun X milik analis industri, @jukan05, dan disorot oleh Tom’s Guide.
Dalam laporan tersebut, harga kontrak DDR5 Samsung dikabarkan melonjak menjadi sekitar US$19,50, atau naik lebih dari 100 persen dibandingkan harga kontrak sebelumnya.
Lonjakan ini disebut sebagai respons langsung terhadap kelangkaan pasokan dan lonjakan permintaan global.
Tak hanya soal harga, kondisi pasar disebut semakin genting karena Samsung disebut kehabisan stok RAM untuk dijual.
“Tidak Ada Stok,” Konsumen Tak Punya Pilihan
Menurut laporan media Taiwan yang dikutip @jukan05, Samsung telah memberi tahu pelanggan di hilir bahwa saat ini “tidak ada stok”.
Langkah ini dinilai keras oleh pelaku industri, karena pada akhirnya pelanggan berada di posisi tanpa pilihan.
Baik produsen yang masih bertahan dengan DDR4 maupun yang beralih ke DDR5, semuanya dipaksa menerima harga tinggi.