Berita Viral Nasional
Viral! Bantuan Beras dan Minyak Goreng Warga Baubau Ditarik Lagi, Lurah Akui Keliru
Sebuah video yang beredar luas di media sosial memantik perhatian publik setelah menampilkan curahan hati seorang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANTUAN-DITARIK-Petugas-Kelurahan-Baadia-mengembamlikan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Sebuah video yang beredar luas di media sosial memantik perhatian publik setelah menampilkan curahan hati seorang warga kurang mampu di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng yang sudah diterima warga tersebut mendadak diminta kembali oleh aparat kelurahan dengan alasan ketidaksesuaian data penerima.
Peristiwa itu dialami Wa Muna, buruh cuci yang tinggal di Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum.
Selama delapan tahun terakhir, ia menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya, Jafar, terserang stroke dan tak lagi mampu bekerja.
Dengan penghasilan harian yang pas-pasan, Wa Muna mengaku kaget sekaligus malu ketika bantuan pangan yang sudah dibawanya pulang harus dikembalikan.
Baca juga: 5 Kategori Warga Dihapus dari Daftar Penerima Bansos, Tak Bisa 8 Bantuan yang Cair Desember Ini
Dalam video yang viral, Wa Muna menuturkan awalnya ia dipanggil ke kantor kelurahan untuk mengambil bantuan pangan.
Ia menerima beberapa kilogram beras dan empat liter minyak goreng, lalu pulang sesuai arahan petugas.
Namun keesokan harinya, ia kembali dipanggil dengan diminta membawa KTP.
“Katanya data yang diinput tidak bisa terkirim. Setelah dicek ulang, disebutkan data saya tidak sesuai dengan penerima bansos Bulog,” ujar Wa Muna dalam video tersebut.
Karena dianggap tidak cocok dengan data, beras dan minyak goreng yang sudah ia terima diminta kembali.
Wa Muna mempertanyakan proses penyaluran bantuan yang menurutnya tidak sejak awal memeriksa Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara teliti.
“Kenapa waktu dibagikan tidak dicek dulu NIK-nya? Kita dipanggil, ambil beras, sudah sampai rumah malah diambil lagi,” keluhnya.
Peristiwa itu membuat Wa Muna merasa dipermalukan di hadapan tetangga.
Ia bahkan mengaku bersyukur karena beras tersebut belum sempat dimasak, sementara satu bungkus minyak goreng sudah terpakai.
“Kalau sudah dimasak, mau bagaimana? Masa kita bawa periuk juga,” katanya dengan nada kecewa.