Banjir Sumatera
Banjir dan Longsor Parah, Gubernur Aceh Buka Pintu Bantuan Asing
Langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan asing untuk penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh menjadi sorotan publik.
Di Provinsi Aceh, korban jiwa terbanyak tercatat di Kabupaten Aceh Utara dengan 154 orang meninggal dunia, disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 58 orang, serta Kabupaten Aceh Timur dengan 50 orang korban jiwa.
Selain korban meninggal, ribuan warga masih mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik serta layanan kesehatan.
Bantuan Logistik dan Medis dari Malaysia
Selain dari Cina, Pemerintah Aceh juga menerima bantuan dari Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia, sebuah organisasi kemanusiaan non-pemerintah yang bergerak di bidang penyelamatan darurat dan pelayanan medis.
BSR Malaysia telah dua kali mengirimkan bantuan ke Aceh. Pengiriman pertama tiba pada Sabtu (29/11/2025) melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Bantuan tersebut berupa obat-obatan dan alat kesehatan sebanyak 2 juta item dengan total berat 2 ton, yang dikirim menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur.
Bantuan tersebut menjadi pengiriman medis internasional pertama yang masuk ke Aceh pasca-bencana Siklon Senyar yang sejak 22 November 2025 menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah provinsi tersebut.
Pengiriman tahap kedua dilakukan pada Rabu (10/12/2025) dengan total bantuan mencapai 3 ton, terdiri dari 2 ton obat-obatan dan 1 ton makanan.
Bantuan itu disalurkan ke rumah sakit serta posko-posko pengungsian di daerah terdampak banjir dan longsor.
Gubernur Mualem menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
“Terima kasih banyak kepada BSR dari Kuala Lumpur yang sudah membantu, ini sudah kali kedua,” kata Mualem, dikutip dari akun Instagram resminya, Jumat (12/12/2025).
“Mereka membantu kita, khusus untuk rakyat yang terdampak banjir dan tanah longsor,” lanjutnya.
Tim Medis Tangani Ribuan Korban
Perwakilan BSR Malaysia, dr Patrik, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa obat-obatan, tetapi juga makanan, pakaian, serta cokelat untuk anak-anak korban bencana.
BSR Malaysia menurunkan delapan orang tenaga medis, terdiri dari dokter dan perawat, yang telah memberikan layanan kesehatan kepada sekitar 1.000 warga di Aceh.
“Kita sudah rawat lebih kurang 1.000 orang. Tapi kita lihat masih banyak yang perlu ditolong. Saya pikir ratusan ribu,” ujar dr Patrik.
Pusat Tegaskan Tak Tolak Bantuan Asing
Di tengah langkah Pemerintah Aceh tersebut, Istana Kepresidenan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menolak bantuan asing untuk penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TERIMA-BANTUAN-ASING-Gubernur-Aceh-Muzakir-Manaf-alias-Mualem-dalam-rapat-bersama-menteri.jpg)