Rabu, 4 Maret 2026

AI Bea Cukai Bikin Purbaya Sewot: Jangan Dibandingkan Dong!

Suasana peresmian alat pemindai peti kemas di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Sari, Pelabuhan Tanjung Priok, mendadak riuh.

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto AI Bea Cukai Bikin Purbaya Sewot: Jangan Dibandingkan Dong!
Tribunnews.com
PINDAI PETI KEMAS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meresmikan pemberlakuan alat pemindai peti kemas (x-ray) yang dilengkapi dengan fitur radiation portal monitor (RPM) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM — Suasana peresmian alat pemindai peti kemas di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Sari, Pelabuhan Tanjung Priok, mendadak riuh.

Hal itu ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi perbandingan teknologi kecerdasan buatan (AI) Bea Cukai dengan milik Kementerian Kesehatan.

Ia mengaku tidak terima inovasi DJBC disejajarkan begitu saja.

“Jangan bandingkan dengan Kementerian Kesehatan dong, tersinggung gue!” ujar Purbaya spontan, Jumat (12/12), disambut tawa para undangan.

Pernyataan itu ia lontarkan sambil menjelaskan kemampuan alat pemindai X-Ray terbaru dan dua teknologi digital yang tengah dikembangkan Bea Cukai: Self Service Report Mobile (SSR-Mobile) dan Trade AI.

Menurutnya, pengujian awal menunjukkan tingkat akurasi sistem tersebut sudah menembus 90 persen, meski masih akan terus disempurnakan.

Ia menjelaskan, AI tidak mungkin mencapai tingkat keakuratan absolut. Sistemnya akan terus belajar dari hasil pemeriksaan dan temuan di lapangan.

“Nanti masukan baru dimasukkan lagi, sehingga AI-nya makin pintar,” tambah Purbaya.

Trade AI Diklaim Bisa Bandingkan Harga dengan Marketplace
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menonjolkan kemampuan Trade AI yang dapat mencocokkan nilai barang ekspor dan impor dengan harga asli yang beredar di marketplace.

Teknologi ini dianggap sangat potensial untuk menutup celah underinvoicing, salah satu modus klasik penyelundupan.

“Kalau pelabuhan pakai sistem ini, peluang terjadinya impor-ekspor ilegal makin kecil,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Meski begitu, Purbaya memberi catatan bahwa masih ada tantangan untuk mengawasi jalur-jalur gelap.

“Kalau lewat pelabuhan tikus, ya kita mesti pasang ‘kucing’ di situ. Tapi sebagian besar barang selundupan yang besar-besar biasanya masuk lewat pelabuhan utama,” ujarnya setengah bercanda.

Uji Coba Cegah Kebocoran Rp1,2 Miliar

Kemenkeu mencatat bahwa uji coba terhadap 145 pemberitahuan impor barang (PIB) sudah membuktikan efektivitas teknologi baru ini. Dari percobaan itu saja, potensi kebocoran senilai Rp1,2 miliar berhasil dicegah.

Ke depan, pemerintah menyiapkan investasi besar untuk memperluas implementasi sistem digital dan AI tersebut.

“Kami perkirakan butuh sekitar Rp45 miliar lagi untuk pengembangan IT di seluruh Indonesia,” kata Purbaya.

Dengan perangkat pemindai dan kecerdasan buatan yang lebih canggih, ia berharap arus barang menjadi semakin transparan dan aman, sekaligus memotong ruang gerak para pelaku kecurangan di jalur perdagangan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved