Berita Nasional
Mendagri Perketat Penggunaan Dana Bencana Agar tak Dikorupsi! Periksa Struk hingga Kuitansi
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa tak boleh ada satu rupiah pun dari anggaran penanganan bencana yang “bocor” ke PEJABAT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/enteri-Dalam-Negeri-Mendagri-Tito-Karnavian.jpg)
“Ini uang rakyat. Tolong jangan disalahgunakan. Setiap rupiah harus kembali ke masyarakat terdampak,” tegasnya.
Di luar bantuan pemerintah pusat, beberapa provinsi ikut membantu secara sukarela. Gubernur Bengkulu menyalurkan Rp3,5 miliar, Gubernur DKI Jakarta mengirim Rp3 miliar ke Lhokseumawe, sementara Jawa Timur menyumbang logistik bernilai miliaran rupiah.
Tito menyebut langkah tersebut sebagai bentuk nyata gotong royong nasional.
Data Korban Terbaru: 964 Meninggal, 894 Ribu Mengungsi
BNPB merilis data terbaru bencana yang menunjukkan skala dampak sangat besar:
964 jiwa meninggal dunia
262 orang hilang
Sekitar 5.000 warga luka-luka
894.101 pengungsi masih bertahan di tenda darurat
Ribuan keluarga masih menunggu kabar anggota keluarga yang hilang, sementara anak-anak tidur beralaskan tikar tipis di tengah keterbatasan logistik.
Tito menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa integritas kepala daerah diuji justru pada saat krisis.
“Kita sedang menghadapi masa sulit. Gunakan dana bencana hanya untuk rakyat. Jangan sampai diselewengkan,” katanya.
(*)