Inara Selingkuh

Link Video CCTV Inara–Insanul Banyak Dicari, Richard Lee Tegaskan Tidak Punya

Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan pencarian link video CCTV yang dikaitkan dengan dua nama, Inara dan Insanul.

Editor: Wawan Akuba
Tribunnews.com
LINK VIDEO -- Link video yang disebut-sebut terkait Inara dan Insanul ramai dicari, kebenarannya masih jadi tanda tanya. 

TRIBUNGORONTALO.COMJagat media sosial kembali dihebohkan dengan pencarian link video CCTV yang dikaitkan dengan dua nama, Inara dan Insanul.

Kata kunci “Link Video CCTV Inara–Insanul” bahkan ramai muncul di kolom pencarian berbagai platform sejak beberapa hari terakhir.

Di tengah derasnya arus spekulasi, dokter kecantikan sekaligus kreator konten, Richard Lee, ikut angkat bicara.

Ia menegaskan tidak memiliki dan tidak pernah menyimpan video CCTV yang saat ini banyak diperbincangkan warganet.

Baca juga: Bantuan Asing untuk Banjir Sumatera Ditolak, Alasannya Pemerintah RI Terungkap

Richard menyebut, namanya ikut terseret lantaran dianggap mengetahui atau menyimpan rekaman yang dimaksud.

Padahal, menurutnya, informasi tersebut tidak benar.

“Saya tidak punya video apa pun terkait isu itu. Sama sekali tidak pernah menyimpan atau melihat video yang disebut-sebut orang,” ujar Richard Lee melalui pernyataan singkat yang diunggah di media sosialnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan privasi seseorang.

Richard menekankan bahwa membagikan atau mencari konten yang belum jelas kebenarannya justru berpotensi memicu masalah hukum baru.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak Inara maupun Insanul terkait maraknya pencarian video CCTV tersebut.

Hingga kini, belum ditemukan bukti otentik yang menunjukkan keberadaan tautan atau rekaman yang dimaksud.

Pakar literasi digital pun mengingatkan publik agar tidak mudah terpancing oleh judul-judul provokatif atau tautan mencurigakan yang beredar di media sosial.

Banyak kasus serupa berujung pada penyebaran hoaks, penipuan digital, hingga pencurian data pribadi.

Fenomena ini kembali menunjukkan betapa cepatnya isu bisa menyebar di era digital, bahkan tanpa kejelasan sumber.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya ke orang lain. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved