Banjir Sumatera
Longsor di Proyek PLTM Tapanuli Utara, Operasi Pencarian Terus Dikebut
Dua korban tanah longsor di kawasan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Kecamatan Aek Sibundong, Kabupaten Tapanuli Utara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANJIR-SUMATERA-Bencana-banjir-dan-tanah-longsor-melanda.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Dua korban tanah longsor di kawasan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Kecamatan Aek Sibundong, Kabupaten Tapanuli Utara, berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Sementara itu, tiga pekerja lainnya masih dalam tahap pencarian.
Peristiwa longsor terjadi pada Rabu (26/11/2025) setelah hujan deras mengguyur area perbukitan tersebut.
Tebing di sekitar lokasi proyek amblas, membawa material tanah serta bebatuan yang langsung menimbun area kerja dan membuat beberapa pekerja terperangkap.
Merespons kejadian itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan segera mengirim tim ke lokasi.
Operasi pencarian diperkuat oleh Basarnas Medan, personel TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, pihak pengelola PLTM, serta sejumlah potensi SAR.
Baca juga: Penghasilan Sopir Bentor Gorontalo Hanya Rp30–60 Ribu, Padahal Mangkal sejak Subuh hingga Malam
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, yang memimpin operasi sebagai Search Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa pencarian telah dilakukan sejak hari pertama dengan metode pencarian manual, menggunakan peralatan ekstraksi ringan dan bantuan excavator.
“Tim SAR Gabungan bekerja semaksimal mungkin. Cuaca tidak menentu dan kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan, tetapi komitmen kami tetap sama: menemukan seluruh korban,” tegas Hery dalam keterangan pers, Sabtu (29/11/2025).
Ia juga menekankan bahwa koordinasi lintas instansi terus dipererat untuk memperlancar operasi.
“Sinergi antarinstansi sangat memengaruhi kecepatan penanganan. Kami mengingatkan seluruh personel tetap waspada karena potensi longsor susulan masih terbuka,” lanjutnya.
Pada Jumat (28/11/2025), dua korban atas nama Farida ditemukan pada pukul 15.55 WIB dan Gidion Manalu pada pukul 17.28 WIB.
Keduanya langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga melalui pihak terkait.
Di sisi lain, bencana hidrometeorologi sejak 26 November 2025 juga melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, memperburuk situasi wilayah terdampak.
Berdasarkan data BNPB per 29 November 2025, terdapat 174 korban meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 orang luka-luka.
Sebanyak 12.546 kepala keluarga harus mengungsi, sementara kerusakan rumah dan jembatan masih dalam proses pendataan.
BNPB menyebut kerusakan infrastruktur cukup berat sehingga menghambat proses evakuasi dan distribusi logistik.
Tragedi di lokasi PLTM Aek Sibundong kembali mengingatkan pentingnya mitigasi bencana pada proyek energi terbarukan, terutama yang berada di kawasan dengan risiko longsor tinggi.
Hingga kini, keluarga korban masih menunggu kabar terbaru, sementara Tim SAR terus berupaya memaksimalkan pencarian di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah. (*)
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro
Operasi Pencarian Terus Dikebut
Longsor di Proyek PLTM
PLTM Tapanuli Utara
Hery Marantika
| Organisasi Mahasiswa Gorontalo Kompak Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera |
|
|---|
| Banjir dan Longsor Parah, Gubernur Aceh Buka Pintu Bantuan Asing |
|
|---|
| Aceh, Sumut, dan Sumbar Ajukan Pembangunan Huntara, BNPB Lakukan Verifikasi Lokasi |
|
|---|
| Anggota DPR RI Sindiri terkait Donasi Rp 10 Miliar, Minta Komdigi Jangan Kalah Viral |
|
|---|
| Kemendagri Sebut Bupati Aceh Selatan Mirwan Tak Berizin Umrah di Tengah Bencana, Bakal Kena Sanksi |
|
|---|