Luhut Ungkap Kondisi Proyek Kereta Cepat: Saya Terima Sudah Busuk Itu Barang
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal polemik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fsgrthrh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal polemik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Dalam acara peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025), Luhut mengakui bahwa proyek tersebut memang bermasalah sejak awal.
“Karena saya yang dari awal mengerjakan itu, karena saya terima sudah busuk itu barang,” ujar Luhut blak-blakan.
Ia menyebut bahwa kondisi keuangan proyek Kereta Cepat tidak sehat.
Baca juga: Mau iPhone 17 tapi Dompet Menipis? iBox Tawarkan Tukar Tambah iPhone Lama, Begini Caranya
Namun, ia telah mengambil langkah perbaikan, termasuk melakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta membuka jalur negosiasi dengan pihak China.
“Kita coba perbaiki, kita audit BPKP, kemudian kita berunding dengan China,” katanya.
Menurut Luhut, China telah menyetujui restrukturisasi utang yang diajukan Indonesia.
Meski prosesnya berjalan lambat akibat transisi pemerintahan, ia memastikan bahwa tidak ada hambatan berarti dari pihak mitra.
“Sekarang perlu nunggu Keppres, supaya timnya segera berunding, dan sementara China sudah bersedia kok, nggak ada masalah,” jelasnya.
Luhut juga menanggapi isu jebakan utang China yang kerap dikaitkan dengan proyek Kereta Cepat. Ia menyebut bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan hanya memperkeruh suasana.
“Kenapa terus bilang nanti Whoosh akan kita akhiri dengan South China Sea. Apa lagi ini? Kadang-kadang saya nggak ngerti, bicara. Jadi kalau saran saya, kalau kita nggak ngerti datanya, nggak usah komentar dulu. Nanti cari datanya, baru berkomentar. Ya kalau cari popularitas murahan silahkan sih,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa proyek ini berbasis data dan terbuka untuk ditinjau. Luhut bahkan mempersilakan siapa pun yang ingin mengetahui detail proyek untuk datang langsung kepadanya.
(*)
| Pengusaha Rokok Madura Usulkan Tarif Cukai SKM Rp150–Rp250 per Batang ke Menkeu Purbaya |
|
|---|
| Polemik Awardee LPDP Viral, Menkeu Purbaya Tekankan Dana dari Pajak dan Utang Negara |
|
|---|
| Menkeu Purbaya: MBG Pilar Utama Strategi Pembangunan Presiden, Tak Perlu Banyak Protes |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Sebut Penetapan Tersangka Pegawai Bea Cukai dan Pajak Jadi Shock Therapy |
|
|---|
| Dituding Tak Bekerja, Menkeu Purbaya Emosi hingga Tepuk Meja Saat Rapat dengan DPR |
|
|---|