Jumat, 6 Maret 2026

Resafel Kabinet Merah Putih

Presiden Prabowo Lantik Dua Wakil Menteri Baru: Siapa Mereka serta Apa Peran Strategisnya?

Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) & Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Presiden Prabowo Lantik Dua Wakil Menteri Baru: Siapa Mereka serta  Apa Peran Strategisnya?
Kolase TribunGorontalo.com/Istimewa
KABINET MERAH PUTIH -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah melantik dua wakil menteri baru untuk memperkuat Kabinet Merah Putih.  Mereka adalah Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dan Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri). 

“Bersedia,” jawab para pejabat serentak.

Baca juga: Chord Lagu Dengar Tiara Andini, Single Terbaru Viral 2025

Setelah itu, Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan yang diikuti dengan khidmat oleh para wakil menteri baru.

Acara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, serta para menteri Kabinet Merah Putih lainnya.

Penambahan dua posisi ini menjadi langkah strategis Presiden Prabowo dalam memperkuat koordinasi di bidang kesehatan dan pemerintahan daerah, sejalan dengan visi Kabinet Merah Putih untuk mempercepat pembangunan nasional dan meningkatkan pelayanan publik.

Profil Wakil Menteri Baru

1. Benjamin Paulus Octavianus

Benjamin Paulus Octavianus adalah seorang dokter spesialis paru yang kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dalam Kabinet Merah Putih. Ia dikenal sebagai sosok profesional di bidang medis dengan pengalaman luas dalam pelayanan kesehatan dan penelitian klinis. Benjamin menempuh pendidikan kedokteran di salah satu universitas terkemuka di Indonesia dan melanjutkan spesialisasi di bidang penyakit paru.

Sebelum menjabat sebagai Wamenkes, ia aktif dalam berbagai organisasi medis dan menjadi bagian dari tim penanganan penyakit pernapasan di tingkat nasional. Selama bertahun-tahun, Benjamin terlibat dalam program peningkatan kapasitas rumah sakit serta pengembangan teknologi kesehatan berbasis digital. Gaya kepemimpinannya dikenal tenang dan berbasis data, dengan fokus pada efisiensi dan pelayanan publik.

Ia juga memiliki kepedulian besar terhadap isu kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan penyakit menular. Sebagai dokter spesialis, Benjamin sering memberikan pandangan ilmiah dalam berbagai forum kesehatan dan seminar nasional.

Pengangkatannya sebagai Wamenkes diharapkan dapat memperkuat kebijakan pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan. Dalam menjalankan tugasnya, Benjamin akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.

Komitmennya adalah memperkuat sistem kesehatan nasional melalui pendekatan berbasis bukti dan inovasi teknologi. Ke depan, Benjamin Paulus Octavianus diharapkan menjadi figur penting dalam reformasi sektor kesehatan Indonesia.

2. Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus

Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus merupakan perwira tinggi Polri yang baru saja diangkat menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelum memasuki masa purna tugas di kepolisian, ia dikenal sebagai sosok berintegritas dengan karier panjang di berbagai satuan strategis Polri.

Akhmad Wiyagus pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung, Kapolda Gorontalo, dan Kapolda Jambi, serta dikenal dekat dengan masyarakat di wilayah penugasannya. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989 dan termasuk dalam jajaran perwira yang berpengalaman dalam bidang reserse dan manajemen organisasi. Dalam kariernya, Akhmad sering menangani kasus besar serta aktif mendorong transparansi dan profesionalitas di tubuh kepolisian.

Baca juga: HAPUA Council Meeting ke-41 di Labuan Bajo Jadi Tonggak Penguatan Kolaborasi Energi Bersih ASEAN

Setelah pensiun, ia tetap berkiprah di bidang pemerintahan dan menjadi salah satu figur yang dipercaya membawa disiplin birokrasi ke ranah sipil. Karakter kepemimpinannya dikenal tegas, lugas, namun tetap humanis. Pengangkatannya sebagai Wamendagri dianggap langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah, terutama dalam aspek keamanan dan tata kelola pemerintahan.

Dalam menjalankan tugas barunya, Akhmad akan berkolaborasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta dua Wamendagri lainnya, Bima Arya Sugiarto dan Ribka Haluk. Ia berkomitmen mendukung visi pemerintah dalam mempercepat digitalisasi pelayanan publik dan penguatan otonomi daerah. Dengan pengalaman panjang di kepolisian dan pemahaman mendalam terhadap dinamika daerah, Akhmad Wiyagus dinilai siap menjalankan peran strategisnya di pemerintahan pusat.

Penambahan dua posisi wakil menteri ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fungsi koordinasi di bidang kesehatan dan pemerintahan daerah.

Meskipun masih menuai beragam tanggapan di publik, langkah tersebut dinilai sebagai kebijakan administratif yang sah dan berada dalam kewenangan presiden sesuai konstitusi.

Dalam konteks pemerintahan, keberadaan wakil menteri kerap dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pelaksanaan program prioritas nasional.

Namun, efektivitas peran para pejabat baru ini masih akan diuji dalam implementasi kebijakan ke depan.

 

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 06 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:12
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved