Jumat, 13 Maret 2026

Kabinet Prabowo Gibran

Presiden Prabowo Tambah Dua Wamen Baru, Ini Alasan di Balik Penunjukan Wamenkes dan Wamendagri

Presiden Prabowo menambah dua wakil menteri baru di Kabinet Merah Putih. Siapa mereka dan apa alasan di balik keputusan ini? Simak artikel ini.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Presiden Prabowo Tambah Dua Wamen Baru, Ini Alasan di Balik Penunjukan Wamenkes dan Wamendagri
istimewa/setneg ri
PELANTIKAN - Presiden RI Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat di Istana Negara, Rabu (8/10/2025) sore hari ini di Istana Merdeka, Jakarta salah satunya Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) yang baru saja di bentuk. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden RI Prabowo Subianto kembali melakukan langkah strategis di awal masa pemerintahannya dengan menambah dua posisi wakil menteri (wamen) baru di Kabinet Merah Putih.

Langkah ini sontak menarik perhatian publik, terutama karena kedua posisi tersebut berada di kementerian vital yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat, yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dua nama yang resmi dilantik adalah Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dan Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025), berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32/M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Tahun 2024–2029.

Langkah penambahan dua wamen ini disebut sebagai bagian dari strategi pemerintahan Prabowo untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional.

Pihak Istana menyebut bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan beban kerja dua kementerian besar yang dinilai semakin kompleks dan memerlukan dukungan struktural tambahan di tingkat pimpinan.

Dilansir dari Kompas.com, alasan presiden menambah dua pejabat negara ini diungkap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) memang memiliki peran sentral dalam setiap urusan administrasi kenegaraan, termasuk pelantikan pejabat negara. 

Ia adalah pejabat yang menyiapkan, menyampaikan, dan menjelaskan keputusan presiden yang bersifat resmi, seperti pengangkatan, pemberhentian, atau perubahan struktur kabinet.

Baca juga: Target 100 Ribu Peserta Magang Fresh Graduate, Tapi Menkeu Purbaya Belum Mau Tambah Anggaran

Katanya, Presiden Prabowo memiliki alasan lain untuk menambah daftar wakil menteri di kabinetnya.

Posisi wamendagri ditambah untuk memastikan agar pembinaan dan pembangunan di setiap daerah berjalan baik, apalagi wilayah Indonesia sangat luas, terdiri dari 514 kabupaten/kota di 38 provinsi. 

"Memastikan pembangunan di setiap daerah baik provinsi-provinsi kabupaten kita dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka Bapak Presiden merasa perlu memberikan tambahan kekuatan di Kementerian Dalam Negeri dengan mengangkat satu wakil menteri dalam negeri," ungkap Prasetyo.

Sementara penambahan wamenkes, diperlukan mengingat tugas Kemenkes begitu berat. 

Penambahan juga ditujukan untuk menanggulangi berbagai masalah, tidak terkecuali di Badan Gizi Nasional (BGN). 

"Termasuk juga untuk membantu memastikan beberapa masalah yang terjadi di Badan Gizi Nasional, maka Presiden memutuskan mengangkat dan menambah satu Wakil Menteri di Kementerian Kesehatan," kata Prasetyo. 

Sebagai Penguatan Pemerintahan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno menyebut penambahan wamen ini adalah wujud penguatan pemerintahan era Prabowo Subianto. 

Sebagai analis politik, Adi menilai kebijakan tersebut mencerminkan strategi Presiden Prabowo dalam memperkuat soliditas pemerintahan melalui penambahan struktur dan pejabat tinggi negara. 

Baca juga: Pendaftar Tembus 8 Ribu, Situs Magang Kemnaker Down di Hari Kedua! Begini Penjelasan Kemenaker

Pandangan seperti ini penting untuk memberikan sudut pandang independen terhadap keputusan politik di level eksekutif.

Menurutnya, strategi pemerintah saat ini mengutamakan kekompakan dan banyaknya jumlah pejabat. 

"Sepertinya sebagai bentuk penguatan pemerintahan dengan memperbanyak wamen dan kepala badan. Rumus pemerintah hari ini itu sepertinya semakin banyak pejabat diyakini bakal berdampak pada kekompakan kinerja," ucap Adi saat dikonfirmasi, Rabu malam. 

Hanya saja, Adi menekankan implementasi dari strategi ini harus bisa menghasilkan kinerja yang memuaskan. 

"Tinggal level implemensinya seperti apa nantinya. Hal baik semacam ini wajib hukumnya dibayar lunas dengan kinerja yang memuaskan," lanjutnya.

Sosok wamenkes 

Wakil Menteri Kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan kebijakan strategis Kementerian Kesehatan, terutama dalam mempercepat program prioritas nasional di bidang kesehatan.

Tugasnya meliputi membantu Menteri Kesehatan dalam merumuskan, mengoordinasikan, dan mengawasi kebijakan teknis, termasuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat, penanggulangan penyakit menular, hingga penguatan sistem kesehatan nasional.

Selain itu, Wamenkes juga berperan sebagai penghubung antara pemerintah pusat dan lembaga daerah atau mitra internasional, agar setiap kebijakan di sektor kesehatan dapat berjalan efektif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

dengan berlatar belakang dokter spesialis paru yang tercatat berpraktik di Rumah Sakit Royal Trauma di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Benbjamin diamanahkan untuk mengisi jabatan ini.

Pria kelahiran 13 September 1963 ini juga diketahui merupakan kader Partai Gerindra. 

Pria yang akrab dipanggil Beni ini pernah tercatat sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan bidang Kesehatan. 

Benjamin Paulus pernah membuka praktik di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk serta terdaftar sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 

Baca juga: Bersih-Bersih di Kemenkeu: 26 Pegawai Pajak Dipecat Menkeu Purbaya, 13 Lain Terancam

Setelah Benjamin dilantik, Menteri Kesehatan (Menkes) pun menyinggung soal atensi Presiden Prabowo yang ingin mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC). 

"Dokter Beni (Benjamin) sudah tahu ya adalah ahli spesialis paru dan salah satu atensinya bapak presiden mengenai percepatan eliminasi tuberkulosis," ujar Budi usai pelantikan Benjamin di Istana. 

Dengan pelantikan ini, maka ada dua posisi wamenkes yakni Benjamin Paulus dan Dante Saksono.

Sosok Wamendagri 

Sementara wamendagri baru memiliki latar belakang polisi. 

Wakil Menteri Dalam Negeri memiliki peran strategis dalam mendukung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam menjalankan urusan pemerintahan di bidang politik dalam negeri, pemerintahan daerah, dan pembinaan aparatur sipil negara di daerah.

Tugasnya meliputi membantu koordinasi dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah, memastikan kebijakan pusat dapat diterapkan dengan baik hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu, Wamendagri juga berperan dalam mendukung pembinaan otonomi daerah, stabilitas politik, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien.

Dengan cakupan wilayah Indonesia yang luas, keberadaan Wamendagri membantu mempercepat pengambilan keputusan dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Wamendagri ini adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1989 dan selalu ditempatkan di bagian reserse. 

Akhmad Wiyagus terakhir menjabat sebagai Kabaintelkam Polri. 

Wiyagus juga pernah menjabat sebagai Kapolda Gorontalo, Kapolda Lampung, serta Kapolda Jawa Barat. 

Dengan dilantiknya Akhmad Wiyagus, kini posisi Wamendagri diisi tiga orang, yakni Bima Arya Sugiarto, Ribka Haluk, dan Akhmad Wiyagus

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan tugasnya kini jauh lebih ringan karena mempunyai tiga orang wakil. 

"Tugas saya jauh lebih ringan, tinggal bagi-bagi tugas semua, evaluasi," ujar Tito. 

Tito mengaku akan membagi tugas para wakil menterinya sesuai dengan tiga zona waktu yang ada di Indonesia berkaca dari luasnya wilayah Indonesia. 

Setelah membagi tugas, Tito akan menugaskan mereka untuk mendatangi daerah-daerah sesuai wilayahnya. 

"Jadi saya tinggal bagi tugas saja nanti 3 wamen, ada nanti yang koordinator bagian barat, bagian tengah, dan bagian timur," jelasnya. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved