Ponpes Al Khoziny Ambruk

Data Terkini Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo, 37 Orang Meninggal Dunia

Proses pencarian dan evakuasi korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, terus berlangsung

Editor: Fadri Kidjab
TribunJatim.com/M Taufik
PONPES AMBRUK - Satu lagi korban ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny ditemukan. Kali ini korban berhasil dievakuasi dari sektor A2, Sabtu (4/10/2025) siang. Simak data terkini jumlah korban. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Proses pencarian dan evakuasi korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, terus berlangsung hingga hari ini, Minggu (5/10/2025).

Melansir dari Kompastv, data terbaru yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat angka korban yang signifikan.

Pusat Data BNPB per Minggu (5/10/2025) mencatat total korban yang terdampak reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny telah mencapai 167 orang.

Dari jumlah tersebut, korban yang ditemukan meninggal dunia berjumlah 37 orang.

BNPB mencatat 37 korban meninggal dunia, sementara 26 santri lainnya masih dalam proses pencarian hingga 5 Oktober 2025. 

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pembersihan puing ditargetkan selesai pada Senin (6/10/2025).

Baca juga: Nur Hizrah Polisikan 2 Adiknya setelah Lihat Foto Wajah Pencuri Motor NMAX Viral di Facebook

Perjuangan Tim SAR Menjangkau Korban

PROSES EVAKUASI - Keluarga korban melihat evakuasi korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025) malam. Sejauh ini sudah ada 20 korban meninggal dunia dalam peristiwa robohnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.
PROSES EVAKUASI - Keluarga korban melihat evakuasi korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025) malam. Sejauh ini sudah ada 20 korban meninggal dunia dalam peristiwa robohnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. (Tribun Jatim Network/M Taufik)

Tragedi ini terjadi ketika bangunan tiga lantai yang difungsikan sebagai musala ambruk saat para santri sedang melaksanakan salat Asar pada Senin, 29 September 2025.

Tim SAR gabungan terus berjuang mengevakuasi korban yang tertimbun material. Pencarian dilakukan dengan dua metode.

Alat berat Digunakan untuk mengangkat balok beton, plat, dan puing-puing berat lainnya.

Sementara itu, tim lain menyisir korban di lantai dasar dan di bawah reruntuhan setelah puing-puing berat terangkat.

Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Avianto, pada Jumat (3/10/2025) mengungkapkan bahwa Tim SAR harus mengangkat puing-puing dan memotong rangka bangunan untuk mengevakuasi korban. 

"Kita masih terus berusaha. Alat berat terus bekerja menjangkau sisi depan, atas, dan bagian samping. Sudah sekira 50 persen yang terangkat,” katanya seperti dilansir dari pemberitaan Tribunnews.com.

Korban meninggal ditemukan di antara reruntuhan, seperti dua korban yang ditemukan di dekat area wudu, dan korban lainnya ditemukan berjarak beberapa meter di lantai dasar bangunan.

Baca Juga: Santri Lirboyo Dibiarkan Ikut Ngecor Bangunan Ponpes, Ponpes Sebut Amal Jariyah dan Libatkan Ahli

Dugaan Gagal Struktur 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved