Rekrutmen Bintara dan Tamtama
TNI AD Longgarkan Syarat Rekrutmen Bintara dan Tamtama, Simak Tata Cara Pendaftarannya
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menjelaskan alasan perubahan syarat usia, tinggi badan dalam proses rekrutmen Bintara & Tamtama TNI AD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Calon-Tamtama-PK-TNI-AD-7888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kabar gembira bagi para pemuda Indonesia yang bercita-cita menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Kini, syarat penerimaan untuk Bintara dan Tamtama resmi dilonggarkan, baik dari segi usia maksimal maupun tinggi badan minimum.
Dalam perubahan terbaru, usia maksimal pendaftar dinaikkan menjadi 24 tahun dari sebelumnya 22 tahun.
Sementara tinggi badan minimal untuk calon prajurit pria diturunkan dari 163 cm menjadi 158 cm.
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menjelaskan alasan perubahan syarat usia dan tinggi badan dalam proses rekrutmen Bintara dan Tamtama TNI AD tersebut karena kebutuhan prajurit di jajaran TNI AD.
Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari pembangunan berbagai satuan baru yang saat ini tengah dilakukan oleh TNI AD termasuk Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.
"Karena kita kan lagi butuh banyak pasukan ya, banyak prajurit, jadi usia (maksimal) kita tambahin, kemudian bukan berarti kita mengurangi kualitas kan ya.Karena kalau orang tinggi kan belum tentu dari pikirannya lebih kuat daripada yang lain. Jadi tingginya kita kurangi sekitar 2 cm," ujar Tandyo saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta pada Rabu (1/10/2025).
"Sekarang ini kan yang banyak dibangun kan (satuan) Angkatan Darat," lanjut dia.
Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Lansia di Sungai Bone Gorontalo, Sopir Jadi Saksi Mata
Ia juga menjelaskan doktrin pertahanan negara yang dianut Republik Indonesia adalah Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Untuk mengantisipasi perang berlarut dengan Sishankamrata, lanjut dia, maka dibutuhkan banyak pasukan.
"Kalau kita kan (doktrin pertahanan negaranya) Sishankamrata ya, jadi bagaimana kita nanti menyiapkan perang berlarut itu kan butuh pasukan banyak. Jadi kita harus menyiapkan," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan perubahan persyaratan rekrutmen Bintara dan Tamtama TNI AD ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan.
Pertama, kata dia, untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada para pemuda terbaik Indonesia yang ingin bergabung dengan TNI AD.
Ia mengatakan ada banyak calon yang sebenarnya memenuhi syarat lain, namun misalnya terkendala hanya di faktor tinggi badan.
"Dengan penyesuaian ini, TNI AD berharap bisa menjaring lebih banyak calon prajurit yang berkualitas dan punya potensi untuk memajukan Angkatan Darat," kata dia Wahyu saat dikonfirmasi pada Rabu (1/10/2025).