Makan Bergizi Gratis

MBG Berbelatung, Feri Kritik Deddy: Masih Mau Nyalahin Anak-anak?

Pakar hukum tata negara sekaligus aktivis, Feri Amsari, melontarkan kritik tajam terhadap Deddy Corbuzier menyusul maraknya kasus keracunan

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
POLEMIK PROGRAM MBG - Pakar hukum tata negara, Feri Amsari (kiri) mengkritik pernyataan Deddy Corbuzier (kanan) yang pernah memaki anak-anak soal rasa dan kualitas dari Makan Bergizi Gratis (MBG). 

TRIBUNGORONTALO.COM — Pakar hukum tata negara sekaligus aktivis, Feri Amsari, melontarkan kritik tajam terhadap Deddy Corbuzier menyusul maraknya kasus keracunan pelajar akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Feri menyinggung pernyataan Deddy yang sempat viral dan dinilai meremehkan keluhan anak-anak soal rasa makanan MBG.

“Dulu mas Letkol Deddy Corbuzier menghina respons anak-anak soal makan bergizi gratis. Sekarang setelah tahu selain tidak enak, MBG juga beracun dan berbelatung (ada juga yang berkaca),” tulis Feri.

Ia mendesak Deddy untuk meminta maaf atas ucapannya yang dianggap tidak sensitif.

“Mas Ded @mastercorbuzier harusnya minta maaf ketika dia dengan pede-nya memaki-maki anak-anak soal MBG yang tidak enak, sudah relate om?” lanjutnya.

Pernyataan Feri muncul di tengah meningkatnya jumlah korban keracunan MBG di berbagai daerah.

Kabupaten Bandung Barat mencatatkan kasus terbanyak, dengan total 911 siswa mengalami gejala keracunan hanya dalam dua hari, yakni 22 dan 23 September 2025.

Data Badan Gizi Nasional menunjukkan 5.194 korban dari 70 kasus sepanjang Januari hingga September 2025.

Sebelumnya, Deddy Corbuzier sempat menyindir anak-anak yang mengeluhkan rasa makanan MBG dalam sebuah video pendek yang diunggah pada 17 Januari 2025.

“Kurang enak? Kurang enak kepala lo p*a,” ucapnya dalam video tersebut.

Ia juga membandingkan dengan anaknya, Azka, yang menurutnya tidak pernah komplain soal makanan saat syuting.

Pernyataan tersebut menuai kecaman dari publik, terutama setelah muncul laporan bahwa makanan MBG tidak hanya tidak layak konsumsi, tetapi juga mengandung kontaminasi seperti bakteri, cacing, dan bahan kimia, sebagaimana diungkap oleh mantan Direktur WHO.

Program MBG sendiri merupakan inisiatif prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Program ini menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045, dengan harapan membentuk generasi sehat dan unggul melalui distribusi makanan bergizi di sekolah dan satuan pendidikan.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 22 Februari 2026 (4 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:20
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:16

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved