Minggu, 22 Maret 2026

Berita Nasional

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Teguh Tak Mau Mundur dari Jabatan Kapolri, Fokus Pulihkan Moral Polri

Kapolri Listyo Sigit Prabowo pilih bertahan di masa krisis, fokus pulihkan moral anggota Polri dan stabilkan keamanan masyarakat.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Jenderal Listyo Sigit Prabowo Teguh Tak Mau Mundur dari Jabatan Kapolri, Fokus Pulihkan Moral Polri
TribunSolo.com/(Dokumen Divisi Humas Polri)
POLRI - Kapolri Listyo Sigit Prabowo pilih bertahan di masa krisis, fokus pulihkan moral anggota Polri dan stabilkan keamanan masyarakat. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Di tengah sorotan publik dan tekanan dari berbagai pihak terkait insiden demonstrasi berujung kerusuhan dan penjarahan pada akhir Agustus 2025, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tetap memilih untuk bertahan sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). 

Banyak pihak menilai bahwa kerusuhan tersebut menunjukkan lemahnya pengendalian keamanan, sehingga muncul desakan agar Listyo mundur dari jabatannya. 

Namun, Kapolri menegaskan bahwa mundur di saat institusi berada dalam kondisi kritis justru berarti meninggalkan tanggung jawab moral terhadap anggota Polri dan keseluruhan organisasi.

Dalam wawancara eksklusif bersama program ROSI Kompas TV, Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa ide untuk mengundurkan diri sempat menjadi pertimbangan serius. 

Ia bahkan sempat berdiskusi secara internal dengan pejabat utama dan anggota Polri, namun mayoritas menolak keputusan itu. 

"Saya juga bukannya tidak mendengar dan kemudian tidak berpikir untuk apakah saya harus mengundurkan diri ataukah saya harus bertahan," ungkapnya.

Kapolri menekankan bahwa kepemimpinan berarti hadir di tengah kesulitan, bukan menghindari masalah. 

Baginya, langkah terbaik adalah memperbaiki moral anggota, membangkitkan kembali performa institusi, dan memastikan Polri dapat menjalankan tugas pokoknya dengan efektif.

Baca juga: Presiden Prabowo Turun Tangan Atasi Kasus Keracunan Program MBG, Kepala BGN Segera Dipanggil

Listyo menegaskan, keputusan bertahan bukan sekadar soal posisi pribadi, tetapi tentang memastikan stabilitas organisasi dan rasa aman bagi masyarakat. 

"Mundur di dalam situasi kondisi seperti ini sama saja saya meninggalkan kondisi anggota, kondisi institusi yang sedang terpuruk, yang carut-marut, dan kemudian saya mundur, (artinya) saya tidak tanggung jawab," tegas Kapolri.

Ia siap menghadapi risiko, termasuk kemungkinan dicopot, demi menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab institusi.

Dengan fokus utama pada pemulihan moral dan kinerja anggota, Kapolri menekankan bahwa kepemimpinannya bertujuan menegakkan disiplin, menumbuhkan semangat, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri di tengah krisis.

"Tentunya yang harus saya lakukan adalah bagaimana mengembalikan mereka, mengembalikan moral mereka, bagaimana mereka bisa bekerja normal lagi," katanya.

Dilansir dari TribunManado.com, Rosianna Silalahi lantas mempertanyakan mengapa pilihan mundur tidak dianggap sebagai bagian dari pertanggungjawaban moral atas lumpuhnya keamanan yang menjadi tanggung jawab Polri saat itu.

Kapolri menjawab bahwa mundur saat ini justru tidak akan memperbaiki keadaan, melainkan memperburuknya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved