Gratis Tapi Berisiko: 5.914 Korban Keracunan Massal Makanan Bergizi Gratis 2025
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejak awal digadang sebagai salah satu kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi
TRIBUNGORONTALO.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejak awal digadang sebagai salah satu kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi ujian terberatnya.
Alih-alih menjadi simbol kepedulian negara terhadap gizi anak bangsa, program ini justru terseret dalam pusaran kontroversi setelah ribuan pelajar dan penerima manfaat mengalami keracunan massal.
Data resmi Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, sepanjang tahun 2025 saja sudah terjadi 70 insiden keamanan pangan yang menimpa 5.914 orang.
Dari Sumedang hingga Bandar Lampung, dari Lebong Bengkulu hingga Banggai Kepulauan, kasus demi kasus bermunculan, memicu kepanikan orang tua, sekolah, hingga pemerintah daerah.
Menanggapi situasi ini, BGN mengambil langkah drastis. Sebanyak 40 dapur MBG resmi ditutup tanpa batas waktu.
Penutupan dilakukan setelah investigasi internal menemukan 45 dapur tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seharusnya menjadi benteng utama keamanan pangan.
“Ada 45 dapur kami yang ternyata tidak menjalankan SOP dan menjadi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan,” tegas Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Nanik menambahkan, kontrak para mitra dapur MBG hanya berlaku satu tahun. Di dalam kontrak itu terdapat klausul penghentian sepihak yang bisa langsung diberlakukan jika terjadi pelanggaran serius.
“Kami tidak akan main-main dengan kesehatan anak-anak. Kontrak anda cuma satu tahun, dan kami bisa hentikan kapan saja jika standar dilanggar,” ujarnya.
Ultimatum Sertifikasi
Tak hanya menutup dapur bermasalah, BGN juga mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh mitra dapur MBG di Indonesia.
Mereka diberi waktu satu bulan untuk melengkapi tiga sertifikasi penting:
Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Sertifikat halal
Sertifikat penggunaan air layak konsumsi
“Apabila dalam waktu sebulan para mitra tidak memenuhi tiga hal ini, kami akan menutup. Saya ulang, kami akan menutup,” tegas Nanik.
Skala Ancaman Nasional
Dari total 9.400 dapur MBG yang tersebar di seluruh Indonesia, kini semuanya berada dalam sorotan.
Nanik menyesalkan kelalaian 45 dapur bisa berdampak luas terhadap ribuan dapur lain yang sebenarnya sudah beroperasi sesuai standar.
“Akibat dari 45 dapur ini, 9.400 yang lain bisa jadi terancam. Sungguh saya menyesalkan,” katanya.
Kasus keracunan massal MBG 2025 menyebar di berbagai daerah dengan jumlah korban yang tidak sedikit. Berikut beberapa catatan:
Bandar Lampung: 503 orang terdampak
Lebong, Bengkulu: 467 orang
Bandung Barat: 411 orang
Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah: 339 orang
Kulon Progo, Yogyakarta: 305 orang
Di Sumedang, Jawa Barat, kasus keracunan bahkan membuat puluhan ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi siswa ke rumah sakit. Pemerintah kabupaten setempat menanggung seluruh biaya pengobatan.
Program MBG sejatinya diluncurkan pada awal 2025 dengan tujuan mulia: menyediakan makanan bergizi gratis bagi kelompok rentan, terutama anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program ini menjadi salah satu janji kampanye besar Presiden Prabowo Subianto dan digadang sebagai investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Namun, serangkaian kasus keracunan massal membuat publik mempertanyakan efektivitas pengawasan dan kesiapan infrastruktur dapur MBG.
Kritik pun bermunculan, mulai dari kalangan orang tua, aktivis kesehatan, hingga partai politik.
Partai Golkar, misalnya, menegaskan tidak setuju jika program MBG dihentikan hanya karena kasus keracunan. Menurut mereka, masalah ada pada pengawasan dan pelaksanaan, bukan pada konsep programnya.
“Kami tidak akan main-main dengan kesehatan anak. Keselamatan generasi penerus bangsa adalah prioritas,” pungkas Nanik.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KERACUNAN-MBG-Puluhan-pelajar-di-Kecamatan-Ujungjya.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.