Berita Ekonomi Nasional
Menkeu Purbaya Yudhi Bakal Tarik Rp 200 Triliun Dana Pemerintah dari Bank Indonesia
Pacu Ekonomi, Menkeu Purbaya Tarik Rp 200 Triliun Dana Pemerintah dari BI ke Perbankan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TARIK-DANA-Menteri-Keuangan-Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadewa.jpg)
Langkah ini mendapat perhatian luas, terutama karena dilakukan di tengah tekanan ekonomi global dan koreksi pasar domestik.
Purbaya sendiri mengaku optimistis, mengingat pengalamannya lebih dari 15 tahun di pasar keuangan.
Memasuki kuartal ketiga tahun 2025, kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan stabilitas yang cukup kuat, meski belum sepenuhnya pulih dari tekanan global dan dinamika sosial dalam negeri.
Pemerintah dan Bank Indonesia kompak menyebut bahwa fundamental ekonomi nasional masih solid, namun tantangan struktural tetap membayangi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 tercatat sebesar 5,12 persen year-on-year (yoy).
Angka ini menunjukkan ketangguhan ekonomi nasional di tengah gejolak politik dan demonstrasi besar yang sempat terjadi akhir Agustus.
Sektor industri juga mulai menunjukkan pemulihan. Indeks PMI Manufaktur naik ke level 51,5 pada Agustus, setelah sempat berada di bawah 50 selama Mei hingga Juli.
Kenaikan ini didorong oleh ekspansi output dan meningkatnya permintaan baru.
Inflasi domestik berada di level 2,37 persen pada Juli, dan diperkirakan tetap stabil hingga akhir tahun.
Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.490 per dolar AS, menunjukkan ketahanan terhadap tekanan eksternal.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 berada di kisaran 4,8 persen–5,6 % , dengan inflasi nasional antara 1,5 % –3,5 % .
Namun, Gubernur BI Perry Warjiyo mengingatkan bahwa lima risiko utama masih membayangi: perlambatan ekonomi global, harga komoditas yang bergejolak, suku bunga tinggi di AS, dolar AS yang kuat, dan inflasi global yang turun sangat lambat.
(*)