Berita Viral
4 Jenderal TNI Datangi Polda Metro Jaya, Konsultasi Dugaan Tindak Pidana Ferry Irwandi
Empat perwira tinggi (pati) TNI dari Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (8/9/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Juinta-dengan-ferry-irwandi.jpg)
"Kamu anggota mana kamu?" kata suara dalam video.
"Kavaleri" jawab anggota TNI.
"Kavaleri ikut rusuh Kavaleri di Palembang. Saya laporin Panglima TNI dikau," ancam anggota Brimob.
"Aku ndak ada melok (-bahasa Palembang artinya: aku tidak ikut)," bantah si anggota TNI.
Setelah video selesai diputar, dalam acara itu Ferry Irwandi menjelaskan ulang suara dialog di dalam video.
"Kapolri Kapolri ini ikut rusuh Kapolri saya laporin Panglima TNI. Terus dia bilang si orangnya, bukan cuma saya Pak, kata orang TNI ini. Anyway," kata Ferry yang langsung mengalihkan fokus ke pembicaraan lain terkait aksi demo rusuh.
Menurut Gusti, kesalahan Ferry sangat jelas, yakni pernyataan Kavaleri digantinya menjadi Kapolri.
Untuk hal ini kata Gusti, Ferry mengaku salah dengar, namun kesalahan atau manipulasi kedua, menurutnya sangat fatal.
Di mana Ferry menambahkan seakan-akan ada pernyataan anggota TNI bahwa yang ikut demo rusuh bukan cuma dia saja, tapi banyak anggota TNI.
"Kesalahannya jelas, Ferry menambahkan kalimat yang tidak ada di video asli. Yaitu: 'Bukan cuma saya Pak, kata orang TNI ini'," papar Gusti.
Penambahan kalimat palsu ini, menurut Gusti Aju, bukan hal kecil.
"Itu menggiring opini publik seolah-olah TNI adalah dalang kerusuhan massa. Artinya, Ferry sengaja membenturkan rakyat dengan TNI" ujar Gusti Aju.
Lebih berbahaya, tambah Gusti, karena Ferry menolak klarifikasi, video bohong itu terus diputar berulang-ulang di medsos.
"Dan akhirnya bisa dianggap benar oleh rakyat," ujar Gusti.
Menurut Gusri, Ilmu Psikologi Komunikasi sudah membuktikan fenomena ini.