Gempa Bumi

Gempa Hari Ini 3 September 2025: Magnitudo 4,2, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah barat daya Sumatra pada Selasa (3/9/2025) pukul 13.50 WIB.

Editor: Wawan Akuba
BMKG
BMKG -- Gempa 4,2 SR Guncang Barat Daya Sumatra, Berpusat di Laut Dangkal 17 Km 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah barat daya Sumatra pada Selasa (3/9/2025) pukul 13.50 WIB.

Data gempa realtime mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 4,2.

Pusat gempa berada di koordinat 0,40° LS dan 97,95° BT, atau tepatnya di laut pada jarak sekitar 17 kilometer dari garis pantai.

Gempa terjadi di kedalaman relatif dangkal, yakni 17 km, yang berpotensi membuat guncangan lebih terasa di daratan meskipun kekuatannya tidak terlalu besar.

Titik episentrum berada di zona megathrust barat Sumatra, salah satu jalur subduksi paling aktif di dunia tempat Lempeng Indo-Australia menekan ke bawah Lempeng Eurasia.

Meskipun berkekuatan menengah, gempa ini mengingatkan pada kerentanan wilayah pesisir Sumatra Barat, Aceh, dan Bengkulu yang kerap menjadi lokasi aktivitas seismik signifikan.

Dalam catatan BMKG dan lembaga internasional, wilayah ini pernah diguncang gempa besar Aceh 2004 dengan magnitudo 9,1 yang memicu tsunami dahsyat, serta gempa Padang 2009 dengan magnitudo 7,6 yang menewaskan ribuan orang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat guncangan terbaru.

Namun, gempa sempat memicu kepanikan di beberapa daerah pesisir karena posisinya yang dekat dengan zona rawan tsunami.

Para ahli mengingatkan bahwa gempa berkekuatan kecil hingga menengah seperti ini seringkali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan.

Masyarakat pesisir barat Sumatra diminta tetap waspada, mengingat aktivitas tektonik di jalur ini tidak dapat diprediksi secara pasti.

Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan bahwa meski gempa 4,2 SR tidak berpotensi tsunami, masyarakat harus selalu paham jalur evakuasi dan titik kumpul jika sewaktu-waktu terjadi gempa besar. 

Selain itu, pemerintah daerah di wilayah rawan diharapkan rutin menggelar simulasi evakuasi untuk mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.

Dengan lokasi Sumatra yang berada langsung di jalur cincin api Pasifik, kesiapsiagaan bukan hanya kebutuhan, melainkan kewajiban bersama.

 (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved