Update Demo
Demo Nasional Ricuh Sejak 25 Agustus, 20 Korban Hilang dan 9 Tewas, Pemerintah Siap Tindak Tegas
Demo nasional ini ricuh sejak 25 Agustus menyebabkan 20 orang hilang dan 9 tewas. Pemerintah siapkan langkah tegas untuk aparat yang melanggar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ratusan-mahasiswa-Gorontalo-berdemo-95955.jpg)
Prabowo menambahkan beberapa anggota DPR yang menyampaikan pernyataan keliru telah dinonaktifkan oleh ketua umum partai masing-masing.
Ia menekankan tindakan tegas ini merupakan bentuk tanggung jawab politik terhadap aspirasi rakyat.
Baca juga: Keuntungan Pribadi Jadi Motif Penjarahan Rumah Uya Kuya, Dalang Disebut Warga Sekitar
Dalam penjelasannya, Prabowo juga mengingatkan anggota DPR harus selalu peka terhadap kepentingan masyarakat.
"Para pimpinan DPR telah berbicara dan para ketua umum partai sudah menyampaikan melalui ketua fraksi masing-masing bahwa anggota DPR harus selalu peka dan berpihak kepada kepentingan rakyat," tegasnya.
PBB Serukan Penyelidikan Independen
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan penyelidikan independen.
"Kami memantau dugaan penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional oleh pasukan keamanan," kata juru bicara Kantor HAM PBB, Ravina Shamdasani, dikutip dari AFP.
Media sosial dipenuhi tuduhan kekerasan berlebihan, termasuk penggunaan gas air mata dan peluru karet di sekitar kampus mahasiswa.
Polisi membantah melakukan penyerbuan ke kampus mahasiswa, sementara sejumlah universitas menyatakan mahasiswanya tidak memicu kerusuhan.
Bentrokan juga terjadi di Bandung, Yogyakarta, Makassar, hingga Gorontalo.
Baca juga: Tahapan Penting PPPK Paruh Waktu 2025: Peserta yang Lulus Wajib Isi DRH Secara Online di SSCASN
Kerusuhan yang meletus di berbagai kota memaksa Presiden Prabowo Subianto mengubah sikap terkait tunjangan anggota parlemen.
Mengantisipasi eskalasi lebih lanjut, TikTok menangguhkan fitur siaran langsung di Indonesia sejak 30 Agustus, mengingat platform ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna.
Korban Tewas Demo di Indonesia
Sedikitnya sembilan orang tewas selama demo terjadi, termasuk akibat insiden kebakaran dan penjarahan.
Daftar Nama Korban:
- Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek daring — tewas setelah terlindas mobil taktis Brimob di Jakarta.
- Muhammad Akbar Basri (Abay) (26), staf DPRD Makassar — terjebak dalam gedung DPRD yang dibakar massa.
- Sarinawati (26), staf pendamping anggota DPRD Makassar — juga meninggal akibat kebakaran gedung.
- Saiful Akbar (43), Plt Kepala Seksi Kesra di Palopo — tewas setelah terjebak dan terjatuh di gedung DPRD Makassar yang terbakar.
- Rusdamdiansyah (25), pengemudi ojek daring di Makassar — dikeroyok massa yang mengira ia intel.
- Sumari (60), tukang becak di Solo — meninggal saat tidur di becaknya akibat sesak napas yang dipicu gas air mata.
- Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa di Yogyakarta — tumbang saat unjuk rasa, meninggal di rumah sakit.
- Andika Lutfi Falah (16), siswa SMK di Tangerang — mengalami luka parah di kepala dan meninggal beberapa saat kemudian.
- Iko Juliant Junior (19), mahasiswa di Semarang — meninggal setelah diinformasikan mengalami luka serius saat aksi. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com