Update Demo
Pasca Rumahnya Dijarah, Ahmad Sahroni Putuskan Enggan Pulang ke Indonesia untuk Keamanan
Ahmad Sahroni minta maaf ke rakyat Indonesia, namun enggan pulang ke tanah air dengan alasan keselamatan diri dan keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ahmad-Sahroni-mengkritik-proses-pemeriksaan-Kabag-Ops-Polres-Solok-Selatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Setelah menjadi sorotan publik akibat pernyataannya yang kontroversial, Ahmad Sahroni akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka.
Melalui akun media sosial resminya, politisi Partai NasDem ini menuliskan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, sembari menegaskan bahwa dirinya menyesali ucapan yang sempat menyinggung para pendemo.
Namun, Sahroni juga menegaskan bahwa untuk saat ini ia belum dapat kembali ke Indonesia.
"Untuk permintaan agar saya kembali ke tanah air, mohon maaf belum bisa saya penuhi. Karena saya harus menjaga keamanan diri dan keluarga saya," tulis Sahroni dalam cuitannya.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
Menurutnya, kondisi keamanan yang belum kondusif membuat dirinya harus lebih mengutamakan keselamatan pribadi dan keluarganya, apalagi usai rumahnya di Tanjung Priok dijarah oleh massa.
Baca juga: Daftar Lengkap 5 Anggota DPR RI yang Dicopot Imbas Pernyataan soal Gaji dan Tunjangan
Pernyataan ini menjadi jawaban atas banyak spekulasi publik mengenai keberadaannya, sekaligus menegaskan bahwa situasi yang ia hadapi bukan perkara sederhana.
Dilansir dari TribunPekanbaru.com, dia pun lantas menulis permohonan maaf atas ucapan yang pernah ia lontarkan sebelumnya.
"Untuk seluruh rakyat Indonesia, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan yang telah saya lontarkan. Saya dengan penuh kerendahan hati, tidak akan mengulangi dan akan memperbaiki," tulis Sahroni dalam cuitannya.
Cuitan Sahroni ini seolah menjadi jawaban atas spekulasi publik mengenai keberadaannya setelah insiden penjarahan yang menimpa rumahnya di salah satu kawasan elit Jakarta.
Menurut laporan yang beredar, sejumlah aset berharga miliknya raib digasak massa, menimbulkan kerugian materiel yang tidak sedikit dan, yang lebih penting, guncangan psikologis.
Menanggapi perkara ricuh ini, Partai NASDEM mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan kadernya, Ahmad Sahroni, dari jabatan Anggota DPR RI Fraksi NASDEM.
Keputusan ini berlaku mulai Senin (1/9/2025) dan diumumkan melalui siaran pers resmi DPP NASDEM.
Baca juga: Adies Kadir Dinonaktifkan Partai Golkar, Berikut Profil Lengkap Wakil Ketua DPR RI
Ahmad Sahroni Resmi Dinonaktifkan dari DPR RI
Di tengah gelombang demonstrasi yang mengguncang berbagai wilayah Nusantara, Partai NasDem mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dua kadernya yang duduk di DPR RI, yaitu Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, melalui siaran pers resmi pada Minggu (31/8/2025).
Langkah ini bukan sekadar pergantian posisi politik, melainkan refleksi dari dinamika sosial yang tengah berkembang.
Surya Paloh menegaskan bahwa aspirasi masyarakat adalah landasan utama perjuangan Partai NasDem.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa partai politik tidak bisa lepas dari suara rakyat yang mereka wakili.
"Sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem," tegas Surya Paloh.
NasDem sebelumnya sudah lebih dulu mencopot Ahmad Sahroni dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR.
Surat itu bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025. Sahroni kemudian ditempatkan sebagai Anggota Komisi I DPR.
Baca juga: Raffi Ahmad Jadi Sorotan Karena Tiba-tiba Menghilang dari Media Sosial Saat Demo DPR RI
Sementara, Nafa Urbach merupakan Bendahara Fraksi NasDem di DPR RI. Dia duduk di Komisi IX DPR.
Keputusan menonaktifkan Sahroni dan Nafa bukan tanpa sebab.
Pernyataan kontroversial dari Ahmad Sahroni yang menyebut rakyat "tolol" karena ingin membubarkan DPR RI memicu kemarahan publik.
Demonstrasi besar-besaran pun terjadi, bahkan menelan korban jiwa, termasuk seorang driver ojek online.
Konten kreator Ferry Irwandi secara terbuka menuding Sahroni sebagai pemicu kerusuhan.
"Mulut sampah Anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini," tulis Ferry dalam unggahan Instagramnya.
Tak hanya Ferry, influencer Salsa Erwina Hutagalung juga menyoroti akuntabilitas Sahroni.
Ia mempertanyakan besaran gaji dan tunjangan anggota DPR, serta menuntut transparansi anggaran yang mencapai Rp 10 Triliun per tahun.
"Ingat, kalian hanya wakil rakyat. Karyawan rakyat. Tidak seharusnya gaji kalian memiliki kesenjangan begitu jauh dengan masyarakat," ujar Salsa.
Salsa bahkan menyebut bahwa pensiun seumur hidup bagi anggota DPR adalah bentuk kemewahan yang tidak pantas di tengah penderitaan rakyat.
Baca juga: Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2025 Lewat KTP BRI, Masa Pencairan Terakhir Bulan Ini
Pernyataan-pemyataan ini menggambarkan ketegangan antara wakil rakyat dan masyarakat yang mereka wakili.
Ketika suara rakyat tidak lagi didengar, kepercayaan pun mulai luntur.
Partai NasDem akhirnya mengambil sikap.
Dalam siaran pers yang ditandatangani Surya Paloh dan Sekjen Partai NasDem, Hermawi F Taslim, disebutkan lima poin penting yang menegaskan bahwa aspirasi masyarakat adalah prioritas utama.
Salah satu poin menyebutkan bahwa pernyataan dari anggota DPR RI Fraksi NasDem telah mencederai perasaan rakyat dan menyimpang dari garis perjuangan partai.
"Atas pertimbangan hal-hal tersebut, DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem," tegas Surya Paloh.
Tak hanya dinonaktifkan, Sahroni juga dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Baca juga: Eko Patrio, Uya Kuya, Sahroni & Nafa Urbach Dinonaktifkan dari DPR RI, Apakah Masih Terima Gaji?
Ia kini hanya menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI.
Langkah ini menjadi titik balik bagi Partai NasDem untuk kembali merangkul aspirasi rakyat.
Di tengah krisis kepercayaan, partai politik dituntut untuk lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.