Update Demo
Gelombang Demo Belum Reda, Ini Deretan Kota di Indonesia yang Masih Memanas, Ada Jakarta hingga Bali
Gelombang demo usai tewasnya ojol Affan belum reda, dari Jakarta hingga Denpasar massa turun ke jalan dan situasi makin memanas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/demo-dpr.jpg)
Dikutip dari Tribun Banten, mereka tampak bentrok dengan petugas kepolisian, hingga gas air mata diluncurkan petugas untuk memukul mundur massa aksi.
Para petugas dari arah Polresta Serang Kota bergerak Jalan dengan menembakan gas air mata, ke arah massa aksi dari arah Ciceri.
Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com di lokasi, sekira pukul 21.00 WIB, massa aksi tampak berlarian sambil mengusap muka karena terkena asap, dari gas air mata.
Sebagian massa berlari ke arah perempatan Lampu Merah Ciceri, hingga ada juga yang berlarian ke arah pemukiman warga.
"Mundur-mundur," ucap massa aksi berlarian, sambil membawa bambu, bendera dan beberapa alat demo lainnya.
Massa aksi yang didominasi oleh anak-anak muda itu, tampaknya tak gentar untuk kembali mendekat ke arah petugas.
Meski gas air mata ditembakan beberapa kali, mereka hanya berlari menghindar kemudian mendekat lagi ke arah petugas.
5. Majene
Ribuan mahasiswa juga melakukan demo di Kabupaten Majene hingga malam hari, Sabtu (30/8/2025).
Dikutip dari Tribun Sulbar, kericuhan pecah ketika massa aksi Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) melempari Gedung DPRD dengan bom molotov.
Kondisi makin mencekam saat sejumlah massa nekat membakar bagian luar gedung.
Api sempat membesar dan nyaris membakar Gedung DPRD Majene.
Ledakan petasan juga terdengar di sekitar lokasi, menambah suasana kacau.
Aparat kepolisian yang berjaga langsung bergerak cepat.
Dengan menembakkan gas air mata secara beruntun, polisi berhasil memukul mundur massa aksi yang semula bertahan di halaman kantor DPRD.
Ribuan mahasiswa akhirnya kocar-kacir dan terpaksa membubarkan diri menuju stadion.
6. Denpasar
Aksi demonstrasi juga terjadi di Bali yang dilakukan di depan kantor DPRD.
Dikutip dari Tribun Bali, ratusan massa rusuh di depan Kantor DPRD Bali pada Sabtu, 30 Agustus 2025 sore.
Awalnya, aksi demo berjalan secara damai namun semuanya berubah menjadi kerusuhan bahkan terjadi penjarahan 2 mobil polisi.
Mereka awalnya berkumpul di Barat Lapangan Puputan Renon, namun mereka kemudian langsung anarkis saat melihat polisi datang.
Massa langsung menyerbu saat dua unit mobil polisi tiba di depan kantor DPRD Bali.
Dua mobil polisi tersebut disandera oleh massa dan mereka merusak dan mencoret mobil tersebut.
Selain itu, mobil ini nyaris dibakar namun dipadamkan.
Selain itu, isi di dalam mobil juga dijarah, termasuk tameng, helm polisi termasuk jaket. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com