Demo Buruh 2025
Viral! Petugas Medis Dihajar Polisi Saat Evakuasi Pendemo di Solo, Satu Alami Luka di Kepala
Tak hanya massa aksi yang jadi korban, dua petugas medis juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dari oknum anggota polisi saat bertugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/eorijbebmgb.jpg)
Raditya kemudian berusaha menyelamatkan diri masuk ke mobil ambulans yang dikendarai Dika.
Melihat hal tersebut, Dika berusaha melindungi Raditya.
Akan tetapi keduanya malah mendapatkan tindak kekerasan dari polisi.
Akibat kejadian ini, keduanya luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Bahkan, Dika menderita luka terbuka di bagian kepala.
Baca juga: Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa, Warga Menjarah Barang dan Berfoto di Tengah Puing
Raditya dan Dika dilarikan ke dua rumah sakit berbeda.
“Saya minta perlindungan ke mobil ambulans di belakang saya, tapi saya tetap dikejar, dipukul, dan ditendang."
"Sopir ambulans turun untuk melindungi saya, tapi justru dia juga kena pukul di bagian kepala hingga mengalami luka bocor,” lanjutnya.
“Saya sempat ditarik oleh mereka, tapi teman-teman saya berhasil menarik saya masuk ke ambulans. Setelah itu, kami langsung dibawa ke rumah sakit. Saya ke Panti Waluyo, teman saya ke RS PKU Muhammadiyah Solo,” tambah Raditya.
Raditya dalam kesempatannya meluapkan kekecewaannya.
Ia menayangkan aksi represif kepolisian, padahal dirinya hanya relawan membantu evakuasi pendemo yang terluka.
Selain alami luka fisik, Raditya juga kehilangan motor saat terjadi aksi kekerasan.
"Motor saya juga tertinggal di lokasi."
"Saat dicek teman saya, motornya sudah tidak ada,” tutup Raditya.
Video kekerasan viral di media sosial
Berdasarkan penelusuran Tribunnews, aksi kekerasan terhadap Raditya dan Dika viral.