Demo Buruh 2025
Viral! Petugas Medis Dihajar Polisi Saat Evakuasi Pendemo di Solo, Satu Alami Luka di Kepala
Tak hanya massa aksi yang jadi korban, dua petugas medis juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dari oknum anggota polisi saat bertugas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/eorijbebmgb.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Aksi solidaritas atas tewasnya driver ojek online (ojol) di Jakarta memanas di Kota Solo, Jawa Tengah.
Tak hanya massa aksi yang jadi korban, dua petugas medis juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dari oknum anggota polisi saat bertugas mengevakuasi korban, Jumat (29/8/2025) malam.
Kedua korban adalah Raditya Bagas Nugroho Adi, seorang relawan pengawal ambulans, dan Dika, sopir ambulans.
Keduanya menjadi sasaran pemukulan di tengah kericuhan yang terjadi di depan Mako Brimob Polda Jateng, Jalan Adi Sucipto, hingga meluas ke Jalan Slamet Riyadi.
Baca juga: Video Kampanye Damai Dihapus, Marshel Widianto Diserbu Netizen: Cair 150 Juta?
Baca juga: Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa, Warga Menjarah Barang dan Berfoto di Tengah Puing
Kekerasan yang menimpa keduanya terjadi saat bertugas di aksi solidaritas depan Mako Batalyon C Satbrimob Polda Jawa Tengah di Jalan Adi Sucipto, Solo, yang kemudian menjalar ke Jalan Slamet Riyadi.
Aksi ini buntut tewasnya driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21).
Korban meregang nyawa setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Korps Brimob Polri di Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) kemarin.
Kronologi kejadian
Raditya menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya.
Semua bermula saat dirinya yang sedang naik motor berusaha membukakan jalan jalur untuk ambulans.
Ambulans yang dikendari Dika membawa pendemo korban tembakan gas air mata aparat.
"Tiba-tiba saya diberhentikan polisi. Tanpa alasan yang jelas, saya langsung dihajar, motor saya ditendang."
"Saya coba lari, tapi belum sempat turun dari motor,” jelas Raditya, dikutip dari TribunSolo.com, Sabtu (30/8/2025).
Raditya melanjutkan, alasan dirinya jadi bulan-bulanan polisi karena dituduh sebagai provokator.
Padahal dirinya berstatus relawan yang membantu penanganan medis.
“Saya dituduh sebagai provokator dan langsung dihajar," tegasnya.