Bocah Hanyut di Gorontalo
Pencarian Korban Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo Terkendala Air Keruh dan Arus Deras
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban hanyut di Sungai Bulango, Sabtu (18/4/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENCARIAN-Tim-SAR-Gorontalo-melakukan-pencarian.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim SAR masih melakukan pencarian bocah hilang sejak Jumat sore
- Pencarian dilakukan secara manual dengan menyisir bibir sungai
- Tim SAR menyebut pencarian terkendala air keruh hingga arus deras
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo —Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban hanyut di Sungai Bulango, Sabtu (18/4/2026).
Sejak pagi, suasana di lokasi dipenuhi kesibukan petugas yang berjibaku menyisir aliran sungai yang berwarna cokelat keruh, dengan arus yang tampak tenang di permukaan namun menyimpan kekuatan di bawahnya.
Dari pantauan di lokasi kawasan Jembatan Ampi Kelurahan Molosipat U Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo sejumlah personel tampak turun langsung ke dalam sungai.
Baca juga: Prabowo Minta Pidatonya Tanpa Liputan, Wartawan Diminta Keluar Ruangan
Mereka mengenakan pelampung dan helm pengaman, bergerak perlahan melawan arus sambil saling menjaga jarak.
Beberapa lainnya berada di tepi sungai yang berlumpur, siap membantu jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Komandan Tim Operasi SAR Gorontalo, Dio Danu Wardana, menjelaskan bahwa pencarian telah dimulai sejak pukul 07.00 Wita.
Tim dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyisir titik-titik yang dicurigai.
“Pagi tadi kami turun dengan dua perahu karet, dari Basarnas dan BPBD. Total sekitar 11 personel sudah melakukan penyisiran hingga ke arah perlimaan Telaga, dekat jembatan,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.
Baca juga: Kronologi Lengkap Kebakaran di Limba Kota Gorontalo, Bukan Dapur Ternyata Kos-kosan
Namun hingga siang hari, hasil pencarian masih nihil. Kondisi sungai menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Air yang keruh membuat jarak pandang di dalam air sangat terbatas, sehingga menyulitkan proses pencarian secara visual.
Tak hanya itu, arus sungai yang cukup deras juga memaksa tim untuk ekstra hati-hati.
Beberapa personel bahkan harus menyelam di dalam air untuk memastikan setiap sudut yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut dapat diperiksa dengan teliti.
“Kesulitannya yang paling terasa itu visibility. Airnya keruh sekali, jadi sulit melihat. Arus juga cukup deras,” kata Dio.
Dia bilang juga, debit air yang relatif rendah justru menjadi kendala tersendiri.
| Sosok Nazril Pakaya, Bocah yang Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo, Dikenal Rajin Ibadah |
|
|---|
| Foto Pencarian dan Penemuan Jasad Bocah Awal Mohammad Hanyut di Sungai Bolango Gorontalo |
|
|---|
| Sampah Hanyut Jadi Petunjuk Penemuan Mayat Awal Muhammad di Kawasan Talumolo Gorontalo |
|
|---|
| Detik-detik Muhamad Hanyut di Sungai Bulago Gorontalo Diceritakan Lengkap oleh Keluarga |
|
|---|
| 6 Fakta Tentang Awal Mohammad, Bocah 10 Tahun yang Hanyut di Sungai Bolango Gorontalo |
|
|---|