Bocah Hanyut di Gorontalo
Sampah Hanyut Jadi Petunjuk Penemuan Mayat Awal Muhammad di Kawasan Talumolo Gorontalo
Setelah lebih dari sehari pencarian tanpa hasil, keluarga akhirnya menemukan jenazah bocah 10 tahun, Awal Mohamad, yang hanyut di Sungai Bulango.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Sungai-Bulango-Saat-Tim-SAR-Melakukan-Pencairan-Korban-Tenggelam-bxcv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Setelah lebih dari sehari pencarian tanpa hasil, keluarga akhirnya menemukan jenazah bocah 10 tahun, Awal Mohamad, yang hanyut di Sungai Bulango.
Namun siapa sangka, penemuan itu justru berawal dari tumpukan sampah dan eceng gondok yang terbawa arus di muara sungai kawasan Talumolo, Rabu (15/10/2025) malam.
Hal itu terungkap dalam pengakuan salah satu keluarga korban dalam segmen Saksi Kata TribunGorontalo.com.
Sebelumnya sejak pagi hingga sore, pencarian dilakukan oleh Tim SAR, Basarnas Gorontalo, Polairud, BPBD, relawan, dan masyarakat.
Namun hingga pukul 16.00 Wita, hasilnya nihil. Harapan keluarga mulai menipis, namun mereka tetap bertahan di tepi sungai menunggu keajaiban.
Dari pihak keluarga, Setiawan, bersama empat orang lainnya, memutuskan untuk melanjutkan pencarian secara mandiri.
Dengan bermodalkan senter, mereka menyusuri kawasan muara sungai di Talumolo.
“Kita dari pihak keluarga berinisiatif mengamati secara langsung di kawasan muara sungai,” ujar Setiawan, keluarga korban yang menemukan jenazah Awal.
Malam itu, air sungai tampak gelap namun keluarga masih berbesar harapan.
Dalam suasana samar, tiba-tiba Setiawan melihat sesuatu mengapung di antara tumpukan sampah seperti kardus dan eceng gondok.
“Karena posisinya terlentang dengan baju terangkat terbawa sampah itu, kita hanya mengira itu hanya kardus,” kenangnya.
Namun keyakinan Setiawan semakin kuat ketika melihat bentuk tubuh di antara rerumputan dan sampah yang terseret arus.
Ia sempat meminta bantuan warga untuk menggunakan perahu, tetapi perahu dalam kondisi rusak. Meski begitu, pencarian tidak dihentikan.
Ia meninggalkan empat rekannya yang mulai memencar, ia sendiri pindah ke kawasan Talumolo.
Tak lama kemudian, warga berdatangan membantu menerangi area tersebut dengan senter.