Sabtu, 18 April 2026

Berita Internasional

Prabowo Minta Pidatonya Tanpa Liputan, Wartawan Diminta Keluar Ruangan

Presiden Prabowo Subianto memilih menyampaikan pidato secara tertutup saat menghadiri retret Ketua DPRD se-Indonesia

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Prabowo Minta Pidatonya Tanpa Liputan, Wartawan Diminta Keluar Ruangan
TribunGorontalo.com
RETRET: Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akmil Magelang, Sabtu (18/4/2026).(YouTube Sekretariat Presiden) 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato secara tertutup dalam retret Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang. 
  • Ia meminta wartawan keluar agar dapat berbicara secara terbuka kepada peserta. 
  • Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lemhannas untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Prabowo Subianto memilih menyampaikan pidato secara tertutup saat menghadiri retret Ketua DPRD se-Indonesia yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026) siang.

Dalam forum yang diikuti sekitar 500 pimpinan DPRD dari berbagai daerah itu, Prabowo naik ke podium dan langsung menyampaikan keinginannya untuk berbicara secara terbuka tanpa kehadiran media.

Ia menegaskan bahwa apa yang akan disampaikan bersifat langsung dan kemungkinan tidak semua pihak akan merasa nyaman.

“Saya ingin bicara apa adanya. Mungkin kalau saya bicara nanti ada yang kurang berkenan, tersinggung, sedih,” ujarnya.

Sebelum melanjutkan pidatonya, Prabowo terlebih dahulu memastikan bahwa tidak ada wartawan yang berada di dalam ruangan.

Baca juga: Kronologi Lengkap Kebakaran di Limba Kota Gorontalo, Bukan Dapur Ternyata Kos-kosan

Ia juga menyinggung keberadaan kamera yang menurutnya merupakan fasilitas milik negara.

“Maaf, ya, wartawan karena ada masalah di dunia sekarang ini,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, seluruh penyampaian materi dilakukan secara tertutup tanpa peliputan langsung oleh media.

Retret Ketua DPRD ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional sejak 15 hingga 19 April 2026.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat turut hadir sebagai narasumber dalam agenda tersebut, di antaranya Bima Arya Sugiarto, Amran Sulaiman, serta Setyo Budiyanto.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program pemerintah pusat dengan kebijakan di daerah.

Menurutnya, sinkronisasi tersebut penting, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global dan memastikan program strategis nasional dapat berjalan optimal di daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para Ketua DPRD agar memiliki perspektif kenegaraan yang kuat serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved