Kamis, 2 April 2026

Gorontalo Hari Ini

Warga Gorontalo Lega Antrean BBM Normal tapi Masih Dihantui Bayang-bayang Kenaikan Harga Bahan Bakar

Antrean panjang kendaraan yang sempat memadati SPBU Nani Wartabone, Kota Gorontalo, kini mulai melandai. Kondisi di lapangan

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Warga Gorontalo Lega Antrean BBM Normal tapi Masih Dihantui Bayang-bayang Kenaikan Harga Bahan Bakar
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
ANTREAN BBM - Suasana antrean pengendara di SPBU Nani Wartabone Kota Gorontalo, Rabu (1/4/2026). Warga kini merasa lega karena antrean tak lagi sesak. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 
Ringkasan Berita:
  • Antrean di SPBU Nani Wartabone sudah normal – distribusi BBM stabil dengan volume pengisian sekitar 24 kiloliter, stok aman
  • Lonjakan sebelumnya dipicu panic buying akibat isu kenaikan harga, kini antrean kembali tertib dan lancar
  • Warga lega namun tetap was-was – pengemudi, pelajar, dan ibu rumah tangga menyambut kelancaran, tetapi masih khawatir jika harga BBM tiba-tiba naik

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Antrean panjang kendaraan yang sempat memadati SPBU Nani Wartabone, Kota Gorontalo, kini mulai melandai.

Kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas pengisian BBM kembali normal setelah sempat terjadi lonjakan akibat isu kenaikan harga beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com pada Rabu (1/4/2026), proses pengisian BBM berlangsung relatif lancar. Kendaraan roda dua, bentor, hingga mobil pribadi datang secara bergantian tanpa adanya penumpukan yang berarti di jalur pengisian.

Di area pengisian motor dan bentor, hanya terlihat beberapa kendaraan yang mengantre. Bahkan, beberapa dispenser sempat kosong tanpa antrean. Pemandangan serupa terlihat di jalur mobil yang cenderung lengang.

Kondisi ini sangat kontras dibandingkan hari-hari sebelumnya. Biasanya, menjelang sore hari (pukul 16.00 hingga 17.00 WITA), antrean Pertalite kerap mengular hingga ke jalan. Namun pada jam yang sama hari ini, volume kendaraan terpantau jauh lebih sedikit.

Koordinator SPBU Nani Wartabone, Vicky Adam, mengonfirmasi bahwa distribusi BBM telah kembali stabil.

“Sekarang sudah normal. Volume pengisian sekitar 24 kiloliter dan stok dalam posisi aman,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Vicky menjelaskan bahwa lonjakan antrean sebelumnya murni dipicu oleh panic buying akibat isu kenaikan harga.

“Kemarin itu karena ada isu kenaikan, jadi masyarakat berbondong-bondong mengisi penuh tangki. Sekarang antrean sudah kembali tertib,” tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Pusat Tetapkan WFH ASN Hari Jumat, Pemkab Gorontalo Pilih Rabu Karena Alasan Ini

Antara Rasa Lega dan Was-was

Potret antrean pengendara di SPBU Nani Wartabone
ANTREAN BBM -- Potret antrean pengendara di SPBU Nani Wartabone Kota Gorontalo, Rabu (1/4/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Kembalinya kelancaran di SPBU disambut baik oleh para pengguna jalan, terutama pengemudi transportasi umum. Abdul Aziz, seorang pengemudi bentor, mengaku lega karena tidak perlu lagi membuang waktu berjam-jam hanya untuk mengantre.

“Sekarang sudah enak, tidak perlu antre lama. Kemarin itu waktu kerja kami habis hanya untuk menunggu di SPBU,” ungkap Abdul. 

Meski merasa tenang karena harga belum naik, ia mengaku masih menyimpan kekhawatiran.

“Tentu kami senang harga tetap, tapi tetap ada rasa was-was kalau tiba-tiba nanti naik.”

Kekhawatiran senada diungkapkan oleh Imran Adam, seorang pelajar di Kota Gorontalo. Menurutnya, meski kondisi SPBU sudah nyaman, ketidakpastian harga BBM tetap menjadi beban pikiran.

“Kalau BBM naik, pasti harga barang lain ikut naik. Itu yang kami khawatirkan,” tuturnya.

Siti Rahma, seorang ibu rumah tangga yang sempat terjebak dalam aksi panic buying, berharap pemerintah lebih proaktif dalam memberikan informasi.

“Kemarin saya sempat ikut antre panjang karena takut harga naik. Harusnya ada penjelasan pasti sejak awal agar masyarakat tidak mudah terpancing isu,” harapnya.

Pendapat serupa dilontarkan oleh Rian Yusuf, seorang pengendara mobil mengimbau sesama warga untuk tetap tenang.

“Kalau kita tidak panik, stok sebenarnya cukup. Kemarin itu jadi ramai karena semua orang merasa takut secara bersamaan,” pungkasnya.

Saat ini, distribusi BBM di Kota Gorontalo memang telah terkendali. Namun, harapan warga tetap sama: kepastian harga dan kelancaran distribusi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa bayang-bayang kepanikan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved