Rabu, 25 Maret 2026

Kebakaran di Gorontalo

Korban Kebakaran Rumah di Hungabotu Gorontalo Butuh Bantuan Pakaian

Irwan Husna (41), salah satu korban, mengatakan bahwa untuk sementara dirinya bersama keluarga harus mengungsi ke rumah kerabat

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Korban Kebakaran Rumah di Hungabotu Gorontalo Butuh Bantuan Pakaian
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KEBAKARAN RUMAH -- Irwan Hunawa mencari barang-barang yang tersisa akibat kebakaran rumahnya di Kelurahan Huangobotu Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo, Selasa (24/3/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 
Ringkasan Berita:
  • Dua rumah hangus terbakar pada Senin (23/3/2026) sore, membuat keluarga korban kehilangan seluruh harta benda dan harus mengungsi ke rumah kerabat
  • Korban membutuhkan bantuan sandang dan pangan, sementara Pemerintah Kota Gorontalo sudah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok serta perlengkapan rumah tangga
  • Salah satu korban nyaris menerobos api karena syok, sementara penghuni kos di sekitar lokasi bergegas mengevakuasi barang-barang penting untuk mengantisipasi merembetnya api.

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pascakebakaran yang menghanguskan dua unit rumah di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Senin sore (23/3/2026), para korban kini membutuhkan uluran tangan.

Irwan Husna (41), salah satu korban, mengatakan bahwa untuk sementara dirinya bersama keluarga harus mengungsi ke rumah kerabat yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran.

“Kami sekarang tinggal di samping rumah, ikut keluarga. Orang tua juga ikut di situ, karena rumah sudah habis terbakar,” ujar Irwan saat ditemui TribunGorontalo.com, Selasa (24/3/2026).

Irwan yang bekerja di bengkel las ini mengaku, saat kejadian dirinya sedang berada di tempat kerja yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Ia baru mengetahui kebakaran setelah melihat gumpalan asap di kawasan rumahnya.

Tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan. Kobaran api yang cepat membesar ditambah tiupan angin membuat warga kesulitan mengevakuasi barang-barang.

Irwan mengakui keluarganya sangat membutuhkan bantuan sandang (pakaian).

“Bahkan baju pun tidak sempat (dibawa) keluar. Kursi, apa saja, tidak ada yang bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Baca juga: Kesempatan Emas! Pertamina dan BRI Buka Lowongan Kerja di Gorontalo, Cek Persyaratannya

Pemerintah Kota Mulai Salurkan Bantuan

Tak lama setelah wawancara dengan korban sekitar pukul 13.00 Wita, Pemerintah Kota Gorontalo yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Ismail Madjid datang memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga.

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi kebakaran menunjukkan kondisi rumah yang terdampak hangus dan menyisakan puing-puing. Dinding bangunan masih berdiri, namun bagian atap sudah ambruk dan rangka kayu tampak menghitam akibat terbakar.

Suasana di lokasi tampak sepi, menyisakan bekas kebakaran yang memperlihatkan betapa cepatnya api melalap bangunan di kawasan permukiman tersebut.

Baca juga: 5 Fakta Kebakaran Rumah di Huangobotu Gorontalo, Korban Nyaris Terobos Api

Penghuni Rumah Nekat Terobos Api

KORBAN -- Asma Musa (daster merah) tampak shock melihat rumahnya terbakar. Sebelumnya ia nekat menerobos rumah yang dalam kondisi terbakar. Beruntung ditahan saudaranya.
KORBAN SYOK -- Asma Musa (daster merah) tampak syok melihat rumahnya terbakar. Sebelumnya ia nekat menerobos rumah yang dalam kondisi terbakar. Beruntung ditahan saudaranya. (TribunGorontalo.com)

Salah satu korban, Asma Musa, nekat ingin menerobos masuk ke dalam rumah yang masih terbakar.

Asma tampak kehilangan kendali atas emosinya. Ia berusaha mendekat bahkan hampir menerobos masuk ke dalam rumahnya yang terbakar.

Aksi tersebut diduga dilakukan karena rasa syok yang luar biasa melihat tempat tinggalnya hangus dalam sekejap. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi bertindak sigap dengan menahan tubuh Asma agar tidak melakukan tindakan berbahaya.

Petugas pemadam kebakaran yang sedang berjibaku juga sempat teralihkan perhatiannya karena aksi nekat korban tersebut.

Asma akhirnya berhasil ditarik menjauh dari titik panas oleh warga setempat yang terus menenangkannya.

Setelah itu, suasana berubah menjadi haru saat Asma menangis histeris meratapi musibah yang menimpanya. Kondisinya yang sangat lemah membuatnya harus dipapah oleh warga untuk mencari tempat perlindungan yang lebih aman.

Cucunya pun terlihat terus mendampingi di sampingnya, mencoba memberikan kekuatan di tengah situasi sulit tersebut.

Kepanikan Melanda Penghuni Kos di Sekitar Lokasi

KEBAKARAN -- Penghuni kos di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo melakukan evakuasi barang-barang sebagai langkah antisipatif kebakaran, Senin (23/3/2026).
KEBAKARAN RUMAH -- Penghuni kos di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo melakukan evakuasi barang-barang sebagai langkah antisipatif kebakaran, Senin (23/3/2026). (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Tepat di samping rumah yang terbakar, terdapat bangunan kos yang dihuni oleh banyak orang.

Begitu api terlihat membesar, para penghuni kos tersebut langsung berhamburan keluar karena rasa takut yang luar biasa.

Ruli Ahmad, penghuni kos, menceritakan bahwa situasi saat itu benar-benar kacau dan tidak terduga. Ia mengaku tidak merasakan tanda-tanda awal seperti bau asap sebelum akhirnya diberitahu oleh orang lain.

"Ada yang kasih tahu kalau api sudah besar," ujar Ruli menggambarkan detik-detik awal kepanikan tersebut.

Setelah melihat kobaran api yang sudah sangat dekat dengan bangunan kos, mereka langsung bergerak cepat. Langkah antisipasi segera diambil dengan mengamankan barang-barang penting milik para penghuni.

Tas berisi dokumen, alat elektronik, hingga pakaian dipindahkan ke area yang dianggap tidak terjangkau api. Mereka khawatir jika arah angin berubah, api akan dengan mudah merembet ke bangunan kos yang posisinya sangat mepet.

Meskipun pada akhirnya api tidak sampai menjalar ke kos, para penghuni tetap dalam kondisi waspada tinggi.

"Untungnya tidak sampai ke sini, tapi bagian belakang belum sempat kami periksa," tambah Ruli. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved