Jumat, 27 Maret 2026

Kebakaran Gorontalo

Kebakaran Rumah di Talumolo Gorontalo, Lupa Matikan Kompor saat Ganti Elpiji 

Sebuah kebakaran terjadi di kawasan Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Kebakaran Rumah di Talumolo Gorontalo, Lupa Matikan Kompor saat Ganti Elpiji 
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
SAKSI KATA -- Hayati Komendangi, Korban Kebakaran rumah di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (18/7/2026). 

Wajah Hayati Terbakar

KEBAKARAN RUMAH -- Sejumlah warga menyaksikan rumah kontrakan yang terbakar di Jalan Mayor Dullah, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Selasa (17/3/2026) siang.
KEBAKARAN RUMAH -- Sejumlah warga menyaksikan rumah kontrakan yang terbakar di Jalan Mayor Dullah, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Selasa (17/3/2026) siang. (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Kebakaran pun semakin membesar dan menghanguskan sejumlah barang di dalam rumah.

Beberapa barang berharga yang ikut terbakar di antaranya televisi, laptop, hingga mesin cuci.

Akibat kejadian itu, Hayati juga mengalami luka pada bagian wajah akibat terkena semburan panas uap dari api. 

Ia kemudian keluar rumah dalam kondisi panik sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan membantu. 

Petugas dari SPBU yang berada tepat di depan rumahnya turut sigap membawa alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu memadamkan kobaran api.

Setelah kejadian, atas saran keluarganya, Hayati langsung menuju Rumah Sakit Siti Hadijah untuk mendapatkan penanganan medis.

"Karena kemarin wajah saya sudah panas dan memerah," ujarnya.

Usai mendapatkan perawatan dan obat-obatan, ia diperbolehkan pulang dan kini sementara tinggal di rumah saudaranya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Rumah yang terbakar diketahui telah ia kontrak selama empat tahun. 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hayati bekerja dengan berjualan di depot bensin sederhana.

Hingga saat ini, ia mengaku belum ada pihak pemerintah yang datang untuk melakukan pendataan maupun memberikan bantuan pascakebakaran tersebut.

Bersyukur pemilik rumah kontrak itu meminta Hayati untuk fokus pada pemilihan pasca kejadian. (*/Jian)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved