Dapur MBG Ditutup
Buntut Balita Keracunan MBG, 3 Pejabat SPPG Tuladengi Gorontalo Didesak Mundur
Penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menyisakan dampak
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-SPPG-Tuladenggi-Gorontalo-resmi-ditutup.jpg)
Keduanya diketahui menerima upah harian sebesar Rp110 ribu dengan jadwal kerja lima hari dalam seminggu.
Dengan kondisi tersebut, mereka sepenuhnya menggantungkan kebutuhan hidup dari pekerjaan di SPPG, tanpa usaha sampingan.
Khusus Sunarti, sebagai ibu dua anak, penghasilan tersebut juga digunakan untuk membiayai pendidikan anaknya yang sedang kuliah.
Di tengah kondisi tersebut, para relawan berharap operasional SPPG dapat segera dibuka kembali agar mereka bisa kembali bekerja.
“Kami berharap dibuka kembali,” ujar keduanya.
Tak hanya itu, mereka juga menyuarakan harapan adanya perubahan pada jajaran pimpinan di SPPG, yakni kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi.
Menurut mereka, pergantian perlu dilakukan terhadap beberapa posisi penting.
“Diganti dorang (mereka) bertiga,” ungkap mereka, merujuk
Sunarti menilai, selama ini hubungan antara para petinggi tersebut dengan relawan tidak berjalan harmonis, sehingga turut memengaruhi kondisi kerja di lapangan.
Sebagai informasi, jumlah karyawan (relawan) di SPPG tersebut mencapai 47 orang yang terbagi dalam berbagai tugas operasional.
Baca juga: Sopir Gorontalo Baku Panas di Jalanan Sulut Berujung Tragedi Maut, Teguran Penumpang Diacuhkan
Balita diduga keracunan MBG
Namun, kualitas kue sus yang didistribusikan diduga kuat sudah tidak layak konsumsi dan mengandung bakteri berbahaya.
Reaksi tubuh korban terhadap makanan tersebut digambarkan terjadi secara instan dan sangat ekstrem.
Hanya dalam waktu lima menit setelah menyantap kue sus tersebut, korban mulai menunjukkan gejala keracunan yang hebat.
“Lima menit sesudah makan itu dia muntah-muntah, baru sudah bengkak wajahnya,” ungkap Sunarti dengan nada prihatin saat diwawancarai pada Rabu (18/3/2026).
Kondisi fisik balita yang membengkak secara mendadak menunjukkan adanya reaksi alergi atau infeksi serius akibat toksin dalam makanan.