Universitas Negeri Gorontalo
Festival Tumbilotohe UNG 2026, Mahasiswa Teknik Bawakan Lagu Hulondalo Lipu’u
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan cara kreatif dalam melestarikan warisan leluhur pada perayaan malam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-penampilan-band-Fakultas-Teknik-UNG.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa Teknik angkatan 2025 menghadirkan aransemen musik modern untuk lagu daerah "Hulondalo Lipu’u"
- Kemeriahan festival ditandai dengan pemasangan 2.025 lampu botol tradisional berbahan bakar minyak tanah di Kampus 4 UNG
- Perpaduan antara tradisi cahaya dan ekspresi seni modern ini berhasil menarik perhatian massa, di mana pengunjung memadati area panggung untuk bernyanyi bersama dan berswafoto
TRIBUNGORONTALO.COM – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan cara kreatif dalam melestarikan warisan leluhur pada perayaan malam pasang lampu atau Tumbilotohe, Selasa (17/3/2026) malam.
Melalui aransemen musik modern yang membawakan lagu daerah "Hulondalo Lipu’u", para mahasiswa angkatan 2025 ini berhasil menghidupkan nuansa budaya di tengah kemeriahan festival yang dipusatkan di Kampus IV UNG, Moutong, Tilongkabila, Bone Bolango, Gorontalo.
Pantauan di lokasi, kehadiran band mahasiswa ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang memadati area festival sejak bakda Isya.
Harmonisasi vokal yang dipadukan dengan dentuman gitar, bass, dan drum memberikan napas baru pada lagu kebanggaan masyarakat Gorontalo tersebut, hingga membuat penonton spontan bernyanyi bersama.
Penampilan musik ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari komitmen tahunan Fakultas Teknik untuk menjaga tradisi Tumbilotohe tetap relevan bagi generasi muda.
"Penampilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tetap memiliki semangat untuk menjaga dan mempromosikan budaya Gorontalo melalui karya dan kreativitas mereka," tulis laporan dari lokasi kegiatan.
Selain suguhan musik, estetika budaya tetap terjaga dengan pemasangan 2.025 lampu botol tradisional berbahan bakar minyak tanah.
Cahaya hangat dari ribuan lampu yang menyala serempak tersebut menciptakan pemandangan ikonik khas Ramadan di Gorontalo.
Baca juga: Fakta Baru Kecelakaan Maut di Minsel, Sopir Gorontalo Kebut-kebutan hingga Tabrak Pohon
Antusiasme Pengunjung
Suasana di kampus IV Bone Bolango terbilang sangat ramai. Masyarakat sekitar hingga mahasiswa dari berbagai fakultas tampak menyemut di area panggung sejak intro musik dimainkan.
Banyak pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk berswafoto di antara deretan lampu tradisional, sembari merekam aksi panggung mahasiswa Teknik yang energik.
Sorakan dan tepuk tangan meriah berulang kali pecah sepanjang lagu "Hulondalo Lipu’u" dikumandangkan, membangkitkan rasa bangga kolektif terhadap identitas daerah.
Festival Tumbilotohe Fakultas Teknik UNG 2026 ini kembali membuktikan bahwa kolaborasi antara tradisi cahaya dan ekspresi seni modern mampu menjadi wadah pelestarian budaya yang efektif bagi kaum milenial dan Gen Z di Gorontalo. (***)