Kamis, 19 Maret 2026

Kultum Milenial

Kultum Milenial Mahasiswa IAIN Gorontalo, Sandi Sahempa: Nuzulul Quran 

Bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan bulan suci Ramadan bulan sangat dinanti-nantikan

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
  • 17 Ramadan adalah hari turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, menandai kebangkitan ilmu, akhlak, dan peradaban
  • Turunnya Al-Qur’an di malam Lailatul Qadar menunjukkan keagungan kitab suci sebagai pedoman hidup, yang mampu mengubah masyarakat jahiliyah menjadi berilmu dan beradab
  • Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat agar umat Islam lebih dekat dengan Al-Qur’an: membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim di muka bumi.

Khususnya pada 17 Ramadan, ini merupakan momentum awal turunnya Al-Qur’an. 

Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia, kemudian secara bertahap disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam melalui Malaikat Jibril.

Peristiwa turunnya Al-Qur’an ini dikenal oleh seluruh penduduk langit dan menunjukkan betapa agungnya kitab suci Al-Qur’an, yang di dalamnya terdapat kemuliaan besar, termasuk adanya satu malam istimewa yaitu malam Lailatul Qadar.

Peristiwa Nuzulul Qur’an adalah momen yang sangat agung dalam sejarah Islam. 

Pada malam yang penuh kemuliaan, yaitu malam Lailatul Qadar, Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an 

Surah Al-Qadr ayat 1:

“Inna anzalnahu fii lailatil qadr”

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.

Baca juga: Wagub Idah Syahidah Tutup 2 SPPG di Kota Gorontalo: Menyusul yang Lain

Nuzulul Qur’an bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi momentum besar perubahan peradaban. Dari masyarakat jahiliyah yang gelap menuju masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan beradab.

Al-Qur’an menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam ibadah, muamalah, maupun akhlak.

Di era modern saat ini, teknologi berkembang begitu pesat. Informasi sangat mudah diakses. Namun, sering kali kita lebih sibuk membaca media sosial daripada membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Padahal Al-Qur’an adalah penenang hati, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28:

“Alaa bidzikrillahi tathma’innul quluub”

Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

Hari ini bukanlah hari biasa. 17 Ramadan dikenal sebagai hari turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5, wahyu pertama yang turun adalah perintah:

“Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq”

Artinya: Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Perintah “Iqra” (membaca) ini menjadi tanda bahwa kebangkitan umat manusia dimulai dari ilmu—dari membaca, belajar, dan memahami.

Maka, 17 Ramadan adalah hari kebangkitan ilmu, kebangkitan akhlak, dan kebangkitan peradaban.

Dari sini kita memahami bahwa Islam adalah agama ilmu, agama yang mengangkat derajat manusia melalui pengetahuan dan kesadaran.

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

“Syahru Ramadhan alladzi unzila fihil Qur’an”

Artinya: Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Jika dahulu Al-Qur’an mampu mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat terbaik, maka pertanyaannya adalah:

Apakah 17 Ramadan tahun ini mampu mengubah diri kita menjadi lebih baik?

Saat ini, banyak di antara kita yang memperingati Nuzulul Qur’an hanya sebatas acara seremonial, namun lupa untuk menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal kemuliaan 17 Ramadan bukan terletak pada acara, tetapi pada kedekatan kita dengan Al-Qur’anul Karim.

Seharusnya, hari ini menjadi momentum bagi kita untuk, meningkatkan tilawah Al-Qur’an, Mentadabburi maknanya, dan yang paling penting, mengamalkannya dalam kehidupan nyata seperti dalam kejujuran, amanah, dan akhlak mulia.

17 Ramadan adalah pengingat bagi kita bahwa cahaya itu telah turun.

Tinggal kita yang memilih, apakah kita ingin berjalan dalam cahaya Al-Qur’an atau tetap berada dalam kegelapan hawa nafsu.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai Al-Qur’an, membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved