Polisi Gorontalo
Aipda Aman Zakaria, Kanit Binmas Polsek Kota Timur Gorontalo Pernah Berjualan Koran demi Sekolah
Aipda Aman Zakaria kini menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Kota Timur, Kota Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Aipda-Aman-Zakaria-saat-ditemui-di-kawasan-Citimall.jpg)
Aman juga sering berbagi cerita kepada rekan-rekannya tentang masa lalunya yang sulit. Ia ingin menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk meraih sukses. Semua orang memiliki kesempatan yang sama asalkan mau berusaha dengan keras.
“Dulu saya jual koran di lampu merah sambil sekolah,” tuturnya.
Kegagalannya sebanyak tiga kali menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang mendengarnya. Ia ingin membuktikan bahwa ketekunan adalah kunci utama dalam menghadapi setiap seleksi. Tidak ada kesuksesan yang benar-benar jatuh begitu saja dari langit.
Aman menitipkan pesan yang sangat mendalam. Ia meminta mereka agar selalu menjauhi pergaulan negatif yang bisa merusak masa depan. Fokus pada pendidikan dan persiapan diri adalah hal yang paling utama.
Ia mengajak pemuda untuk berani bermimpi setinggi mungkin seperti yang ia lakukan dahulu. Meskipun hanya seorang penjual koran, ia terbukti bisa menjadi seorang perwira polisi. Semua itu ia raih dengan cucuran keringat dan doa yang tidak putus.
Aipda Aman juga menekankan pentingnya memiliki iman yang kuat bagi setiap calon anggota Polri. Menjadi polisi yang beriman akan membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih tulus. Hal itu pula yang selalu ia terapkan kepada seluruh anggota Binmas yang ia pimpin.
Menjelang perayaan Idulfitri, Aman mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban bersama. Ia ingin Kota Gorontalo tetap dalam situasi yang kondusif dan aman terkendali. Kerja sama antara warga dan kepolisian sangat dibutuhkan dalam hal ini.
Ia mengakhiri perbincangannya dengan senyum yang menunjukkan ketulusan dalam mengabdi.
Aipda Aman Zakaria adalah contoh nyata dari sebuah perjuangan yang tanpa henti. Kegagalan masa lalu kini telah berubah menjadi keberhasilan yang membanggakan.
Pengalamannya berjualan pisang goreng bersama sang ibu tidak akan pernah ia lupakan. Momen-momen sulit itu justru menjadi pengingat agar ia tidak sombong dengan jabatan. Ia tetap rendah hati dan selalu siap sapa saat bertemu dengan warga di jalan. (*)