Senin, 16 Maret 2026

Polisi Gorontalo

Aipda Aman Zakaria, Kanit Binmas Polsek Kota Timur Gorontalo Pernah Berjualan Koran demi Sekolah

Aipda Aman Zakaria kini menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Kota Timur, Kota Gorontalo.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Aipda Aman Zakaria, Kanit Binmas Polsek Kota Timur Gorontalo Pernah Berjualan Koran demi Sekolah
TribunGorontalo.com
PEJABAT POLISI -- Aipda Aman Zakaria saat ditemui di kawasan Citimall Gorontalo. Aipda Aman bercerita tentang perjalanan karier dan (Sumber: Yunima Hasan, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG) 

Ringkasan Berita:
  • Aipda Aman Zakaria, yang kini menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Kota Timur, harus melewati empat kali seleksi Polri sebelum akhirnya dinyatakan lulus pada tahun 2004
  • Berasal dari keluarga prasejahtera, Aman pernah bekerja sebagai penjual koran di lampu merah saat masih bersekolah dan membantu ibunya berjualan pisang goreng demi menyambung hidup.
  • Berbekal pengalaman hidup yang sulit, ia kini fokus menjalankan tugas kepolisian dengan pendekatan humanis

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Aipda Aman Zakaria kini menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Kota Timur, Kota Gorontalo.

Aipda atau Ajun Inspektur Polisi Dua merupakan pangkat tertinggi kedua dalam golongan Bintara Polri (Bintara Tinggi). Aipda berada satu tingkat di bawah Aiptu dan di atas Bripka. 

Pangkat Aipda ditandai dengan satu balok bergelombang perak. Polisi yang mendapatkan pangkat ini berperan sebagai jembatan antara bintara operasional dengan perwira

Lantas, siapa Aipda Aman Zakaria?

Aipda Aman Zakaria menyimpan kisah perjuangan yang sangat panjang. Ia juga melewati jalan berliku sebelum resmi menjadi anggota Polri.

Pria berusia 42 tahun ini pertama kali mencoba peruntungan tes polisi pada tahun 2000.

Sayangnya, pada percobaan pertama tersebut, namanya tidak tercantum dalam daftar kelulusan. Kegagalan itu ternyata terulang kembali pada percobaan-percobaan berikutnya.

Meski sudah gagal hingga tiga kali, Aman tetap bersikeras untuk mencoba kembali. Baginya, kegagalan adalah ujian mental untuk melihat sejauh mana keseriusannya. Ia tidak pernah berpikir untuk menyerah meskipun langkahnya sering terhenti di tengah jalan.

“Saya ikut tes polisi sampai empat kali. Alhamdulillah baru lulus tahun 2004,” ujarnya.

Aman mengungkapkan motivasi terbesarnya untuk terus maju berasal dari dukungan sang ibu. Ia sangat percaya bahwa doa orang tua memiliki kekuatan yang luar biasa besar.

Doa ibunya lah yang membuat Aman tetap optimis meski berkali-kali menemui jalan buntu. Keyakinan itu ia pegang teguh selama masa-masa sulit perjuangannya.

Baca juga: 7 Fakta Kecelakaan Maut Kakak Beradik PNS Gorontalo, Panggilan Terakhir Fanni Jadi Sorotan

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Aman sendiri berasal dari latar belakang keluarga yang sangat sederhana di Gorontalo. Orang tuanya diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sang ibu sehari-hari menyambung hidup dengan berjualan pisang goreng.

Kondisi ekonomi yang terbatas tidak membuat Aman merasa rendah diri atau malu. Sejak masa sekolah, ia sudah terbiasa bekerja keras untuk membantu beban keluarga. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 17 Gorontalo dengan penuh semangat.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 5 Gorontalo. Semangat belajarnya tetap terjaga meski situasi ekonomi keluarganya sedang tidak menentu. Ia kemudian menamatkan pendidikan menengah di SMEA yang kini menjadi SMK Negeri 1 Gorontalo.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved