Human Interest Story
Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam
Seorang anggota polisi terlihat sibuk melayani pembeli siomay di kawasan Bundaran Saronde, Kota Gorontalo, Jumat malam (13/3/2026).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Daffa-Mahessa-Hamid-25-seorang-polisi-muda-yang-bertugas-di-Binmas-Polda-Gorontalo.jpg)
“Kadang ramai, kadang biasa saja, tapi kita tetap harus semangat dan selalu bersyukur," ujarnya.
Merantau dari Lampung
Daffa berasal dari Lampung dan kini tinggal di Desa Tulandenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih berusia lima tahun dan dimakamkan di Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Sejak kecil ia hidup bersama ibunya.
Keputusan merantau ke Gorontalo juga berkaitan dengan keinginan untuk mendekatkan diri dengan keluarga yang berada di daerah tersebut.
Selain itu, ia ingin mencari kehidupan yang lebih baik.
Pernah Menjalani Banyak Pekerjaan
Sebelum menjadi anggota polisi, Daffa pernah menjalani berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup.
Ia pernah ngamen di jalan, menjadi kuli bangunan, hingga berjualan martabak.
Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai terapis pijat refleksi.
Tak hanya itu, ia juga membuka privat mengaji dari rumah ke rumah.
Berbagai pekerjaan tersebut ia jalani sebelum akhirnya berhasil menjadi anggota kepolisian.
“Macam-macam pekerjaan pernah saya lakukan, dan itu membuat saya paham banyak hal,” katanya.
Perjalanan Menjadi Polisi
Keinginan menjadi polisi tidak langsung terwujud. Saat pertama kali mencoba mendaftar, Daffa gagal.
Dalam kondisi itu, ia sempat mendapatkan nasihat dari seorang ibu yang ditemuinya.