Ramadan 2026
Pasar Senggol Gorontalo Mulai Ramai, Gorden dan Taplak Jadi Buruan Jelang Lebaran
Menjelang Hari Raya Idulfitri, geliat ekonomi di kawasan Pasar Senggol Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo mulai menunjukkan peningkatan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-pembeli-gorden-di-Pasar-Senggol.jpg)
Ringkasan Berita:
- Menjelang Idulfitri 1447 H, Pasar Senggol mulai dipadati pengunjung, dengan fokus utama buruan pada perlengkapan rumah tangga
- Pedagang menawarkan pilihan yang beragam, mulai dari gorden ekonomis seharga Rp45.000 hingga jenis blackout premium
- Fenomena Pedagang Musiman: Pasar ini diramaikan oleh pedagang musiman
TRIBUNGORONTALO.COM – Geliat ekonomi di kawasan Pasar Senggol Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Barang-barang perlengkapan rumah tangga, khususnya gorden dan taplak meja, kini menjadi buruan utama warga yang ingin mempercantik hunian menyambut hari kemenangan.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengunjung mulai meningkat menjelang sore hari. Tenda-tenda khas Pasar Senggol dengan rangka besi dan terpal gelap telah berdiri memanjang, menutup sebagian badan jalan mulai dari Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Letjen Suprapto.
Ragam Pilihan di Toko Gusmanda
Salah satu titik keramaian terpantau di Toko Gusmanda, Jalan Jenderal Suprapto. Di sini, pengunjung disuguhi berbagai pilihan gorden dengan motif dan kualitas yang beragam.
Saipul Mahmud, penjaga toko, mengungkapkan bahwa gorden dengan harga Rp125 ribu menjadi primadona karena variasi motif dan warnanya. Namun, bagi warga yang menginginkan kualitas premium, tersedia jenis blackout.
"Namanya blackout. Motifnya timbul seperti bunga dan kainnya lebih tebal. Jenis ini biasanya dipilih untuk mengurangi cahaya yang masuk ke dalam rumah," jelas Saipul, Jumat (13/3/2026).
Selain gorden, toko ini juga menyediakan:
• Gorden Polos: Rp65.000
• Taplak Meja: Rp50.000 per lembar
• Paket Batang Gorden (Tombak): Rp175.000 (Lengkap dengan 6 kepala dan 6 kaki penyangga)
Menariknya, Saipul dan rekan-rekannya merupakan pedagang musiman asal Manado, Sulawesi Utara, yang rutin menyewa ruko selama dua bulan di Gorontalo setiap tahunnya. Toko ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 20.00 Wita.
Opsi Hemat di Lapak Kaki Lima
Bagi warga dengan anggaran terbatas, lapak kaki lima di sepanjang Pasar Senggol menawarkan harga yang lebih miring. Mukhtar Musa, salah satu pedagang, menjual gorden dengan rentang harga Rp45 ribu hingga Rp135 ribu per lembar.
Baca juga: Kisah Satpol PP Kabupaten Gorontalo Razia Prostitusi Online, Puluhan Kasus Penyakit Menular Terkuak
"Ukurannya cukup besar, lebar 130 cm dengan tinggi 2,5 meter. Cocok untuk rumah yang jendelanya besar," kata Mukhtar yang berjualan hingga pukul 00.00 Wita.
Meski sudah mulai ramai, Mukhtar memprediksi puncak kepadatan pembeli baru akan terjadi mendekati lebaran. "Biasanya H-3 lebaran baru mulai membeludak," tambahnya.
Hindari Terik Matahari
Alasan kenyamanan menjadi pertimbangan warga dalam berbelanja. Elan Utina, warga Kecamatan Kota Tengah, mengaku sengaja datang pada sore hari bersama ibunya.
"Hampir setiap tahun kami ke sini untuk belanja baju, taplak meja, dan gorden. Datang sore supaya tidak terlalu panas saat berpuasa," ungkap Elan.
Hingga saat ini, meski tenda-tenda besar telah membentuk koridor di tengah jalan, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau masih berjalan beriringan dengan aktivitas persiapan para pedagang. Suasana khas Pasar Senggol ini pun secara resmi mulai menghidupkan denyut ekonomi di pusat Kota Gorontalo. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.