Selasa, 10 Maret 2026

MBG di Gorontalo

Makanan Tak Layak Konsumsi, Satu SPPG di Kota Gorontalo Ditutup Sementara

Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah tegas dalam mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Makanan Tak Layak Konsumsi, Satu SPPG di Kota Gorontalo Ditutup Sementara
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
PENYALURAN BLP3G -- Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, saat diwawancarai wartawan, Kamis (5/3/2026). Pemprov menyalurkan Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) kepada lansia dan disabilitas di Kecamatan Tilango dan Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. 

Namun, ada yang berbeda dari biasanya. Jika pada hari-hari normal siswa menerima makanan berat, selama Ramadan menu yang dibagikan disesuaikan menjadi makanan ringan (snack) kering.  

PIC MBG SMP Negeri 1 Kota Gorontalo, Lusiana Agus, memastikan pembagian tetap rutin setiap hari.  

“Setiap hari pasti ada selama Ramadan ini,” ujarnya, Senin (2/3/2026).  

Ia menjelaskan, para siswa sudah mulai masuk sekolah sejak Senin, 23 Februari 2026. Proses penerimaan MBG dilakukan sebelum pukul 10.00 Wita.  

“Misalnya hari ini, MBG sudah siap sejak pukul 09.00 Wita,” jelasnya.  

Sebelum Ramadan, menu MBG berupa makanan berat seperti nasi, sayur, ikan, susu, dan buah. Namun khusus Ramadan, menu diubah menjadi snack kering.  

“Snack kering itu seperti kue, susu, buah, telur, roti, tempe goreng, abon, pokoknya berganti-ganti,” kata Lusiana.  

Makanan tersebut dikemas dalam kotak dan dimasukkan ke totebag. Nantinya, totebag dikembalikan ke SPPG sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah.  

Jumlah penerima MBG di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo mencapai 1.109 orang, termasuk guru dan petugas sekolah.  

“Itu sudah termasuk guru, satpam, dan tata usaha,” ungkapnya.  

Baca juga: Wagub Gorontalo Idah Syahidah Salurkan BLP3G di 4 Kecamatan, Prioritaskan Lansia dan Disabilitas

Respons Positif dari Siswa  

Perubahan menu selama Ramadan mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya datang dari Affan Setiawan Thalib, siswa kelas IX.  

Ia mengakui bahwa selama Ramadan, menu yang paling dominan adalah makanan ringan.  
“Menurut saya sudah tepat karena menghargai yang berpuasa juga,” ujarnya.  

Affan menilai, jika tetap diberikan makanan berat, kemungkinan hanya siswa yang tidak berpuasa yang akan langsung mengonsumsinya di sekolah.  

“Kalau dibawa pulang, nanti ribet. Makanan berat juga berisiko basi kalau menunggu waktu berbuka,” katanya.  

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved