MBG di Gorontalo
Makanan Tak Layak Konsumsi, Satu SPPG di Kota Gorontalo Ditutup Sementara
Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah tegas dalam mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-Gorontalo-Idah-Syahidah-saat-diwawancarai-wartawan-Kamis-532026.jpg)
Meski mengakui menu sebelum Ramadan terasa lebih mengenyangkan, ia memahami penyesuaian yang dilakukan.
“Teman-teman juga senang, tetap antusias menerima makanan,” ucapnya.
Umumnya, paket MBG disimpan siswa untuk berbuka puasa di rumah. Pada hari itu, menu yang diterima terdiri dari kurma, kue, susu, dan tempe goreng.
Affan pun memberi masukan agar penyelenggara lebih menekankan aspek gizi dan variasi menu.
“Karena ini MBG, sebaiknya gizinya lebih dipertimbangkan dan menunya lebih variatif,” sarannya.
Sekitar pukul 10.00 Wita, para siswa dipanggil melalui pengeras suara menuju aula sekolah. Di sana, ratusan paket makanan telah tertata rapi di atas meja.
Guru dan wali kelas kemudian mengarahkan perwakilan tiap kelas untuk mengambil paket MBG sekaligus mendokumentasikan proses penerimaan.
Suasana terlihat tertib dan penuh antusiasme. Meski hanya berupa snack kering, program MBG selama Ramadan tetap menjadi momen yang dinantikan siswa. Penyesuaian menu pun dinilai relevan dengan kondisi bulan puasa.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)