Masjid Gorontalo
Masjid Al Hidayah, Pesona Hijau Toska di Sudut Kota Gorontalo
Sebuah masjid di sudut Kota Gorontalo menjadi sorotan. Bukan karena kemegahan arsitekturnya, melainkan balutan warna hijau toska yang konsisten
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Masjid-Al-Hidayah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Masjid Al Hidayah di Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo, tampil mencolok dengan dominasi warna hijau toska sejak awal berdirinya, menciptakan harmoni visual yang sejuk dan teduh
- Dibangun sekitar tahun 1990-an, masjid ini telah mengalami dua kali renovasi besar, terakhir pada tahun 2022, namun tetap mempertahankan warna khasnya
- Menjadi pusat ibadah masyarakat Ipilo dan Padebuolo, masjid berkapasitas 300 jamaah ini rutin menggelar kegiatan Ramadan. Ke depan, pengurus berencana menambah fasilitas
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah masjid di sudut Kota Gorontalo menjadi sorotan. Bukan karena kemegahan arsitekturnya, melainkan balutan warna hijau toska yang konsisten dan memanjakan mata setiap orang yang melintas.
Namanya Masjid Al Hidayah di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Letaknya berada di Jalan 23 Januari, tepat di wilayah perbatasan.
Meski secara administratif masuk Kelurahan Ipilo, jamaah dari Kelurahan Padebuolo juga kerap menunaikan salat di sini karena lokasinya yang berdekatan.
Sejak dibangun pada kisaran tahun 1990-an, Masjid Al Hidayah telah menjadi bagian dari denyut kehidupan religius masyarakat sekitar.
Imam Masjid Al Hidayah, Jufri Apuadji, menyebut tahun pasti pembangunan memang belum diketahui, namun masjid ini sudah mengalami dua kali renovasi besar.
“Renovasi kedua dilakukan pada tahun 2022,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com pada Rabu (4/3/2026).
Yang paling mencuri perhatian bukan hanya usia atau proses renovasinya, melainkan pilihan warna yang khas dan konsisten dipertahankan hingga kini.
Warna hijau toska atau turquoise mendominasi hampir seluruh bagian bangunan.
Mulai dari lantai teras, kubah, dinding bagian dalam, langit-langit, hingga pagar masjid, semuanya menyatu dalam nuansa warna yang sama.
Bahkan pembatas jamaah perempuan pun menggunakan warna serupa, menciptakan harmoni visual yang kuat.
Menurut Jufri, warna ini bukanlah konsep baru hasil renovasi, melainkan sudah diwariskan sejak awal berdirinya masjid.
“Dari awal memang warnanya sudah model begini,” tuturnya.
Baca juga: 2 Aplikator Bakal Cairkan Bonus Hari Raya, Ojol Gorontalo Terima Paling Besar Rp900 Ribu
Meski sesekali dilakukan kombinasi agar tampak lebih segar, warna dasar tetap dipertahankan. Pengurus masjid hanya menyesuaikan dengan perpaduan yang serasi tanpa menghilangkan karakter utamanya.
Secara fisik, Masjid Al Hidayah berukuran sekitar 20x20 meter dan mampu menampung kurang lebih 300 jamaah.