Human Interest Story
Cerita 2 Pemudi Jualan Takjil Ramadan di Kota Gorontalo
Cerita 2 perempuan penjual takjil Ramadan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
Menurut Erza, kue tersebut hampir selalu habis lebih cepat dibanding menu lainnya.
“Kalau kue talam ini memang paling best seller. Banyak yang bilang rasanya enak dan recommended. Biasanya ini yang paling cepat habis dibandingkan kue yang lain,” ujar Erza.
Selain kue talam, tersedia pula dodol cokelat dan berbagai jajanan tradisional lainnya. Soal harga, Imelda dan Erza sepakat memasang harga yang terjangkau agar bisa dibeli semua kalangan.
“Harga yang kami pasang itu mulai dari Rp6.000 sampai Rp23.000 untuk yang paling mahal. Kami memang mau buat harganya tetap terjangkau supaya semua orang bisa beli,” kata Erza.
Lapak takjil ini juga menyediakan berbagai minuman segar.
Pilihannya cukup beragam, tidak hanya satu jenis. Minuman tersebut menjadi pelengkap menu berbuka bagi pembeli.
“Untuk minuman, variannya juga banyak. Ada es mango, di dalamnya ada potongan mangga. Terus ada mojito dengan beberapa rasa, seperti jeruk, leci, dan melon. Selain itu ada juga es cincau, dan itu termasuk yang paling banyak dicari,” ujar Erza.
Lapak takjil Imelda dan Erza mulai buka sejak pukul 14.00 Wita.
Meski waktu berbuka telah tiba, mereka tetap bertahan melayani pembeli hingga sekitar pukul 18.00 sampai 19.00 Wita.
“Kami buka dari jam dua siang. Biasanya pas sudah waktu buka puasa masih ada pembeli, jadi kami tetap stay di sini. Kalau mau beli di jam enam atau jam tujuh, kami masih melayani,” kata Imelda.
Lapak tersebut buka setiap hari, selain pembelian langsung, mereka juga melayani pemesanan melalui WhatsApp.
“Kalau ada yang mau pesan lewat WA juga bisa. Biasanya nanti diantar pakai ojek online atau dijemput sendiri. Jadi pesan dulu, baru diambil,” ujar Imelda.
Pembukaan lapak takjil ini tidak terlepas dari usaha keluarga mereka.
Di belakang rumah, keluarga mereka memiliki kafe. Selama Ramadan, kafe tersebut tidak beroperasi di siang hari.
“Karena bulan puasa, kafe kan tidak mungkin buka siang hari. Jadi bunda yang juga owner ngajak kami untuk coba bikin lapak takjil. Dari situ kami mulai jalan,” kata Imelda.
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|
| Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor |
|
|---|
| Kisah Yus Sahi Perintis Kopi Surplus Gorontalo: Makna Memanusiakan Manusia |
|
|---|
| Cerita Ismail Husin, Mahasiswa UNG Tekuni Dunia Jurnalistik |
|
|---|