Valentine Day
Cara Berbeda Anak Muda Gorontalo Rayakan Valentine Day 14 Februari
Perayaan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang 14 Februari dimaknai berbeda oleh anak muda di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bundaran-Saronde-di-Pusat-Kota-Gorontalov-8888777.jpg)
“Biasanya dari beberapa hari sebelum Valentine sudah mulai ramai. Pembeli kebanyakan anak muda, ada juga yang beli untuk keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, promo yang diberikan bertujuan menarik minat konsumen sekaligus meningkatkan penjualan harian.
“Kami siapkan promo khusus cokelat dan snack manis. Responnya cukup bagus, terutama di jam sore dan malam,” tambahnya.
Salah satu produk yang dijadikan sebagai barang untuk diberikan kepada pasangan adalah Silverqueen. Saat ini dipromo dengan harga Rp12.500 dari harga normal Rp17.500.
Ada juga yang menjual silverqueen dengan harga Rp13.500, setiap toko memiliki perbedaan harga.
Produk lain yang mengalami promo seperti Cadbury dijual dengan Rp14.500 dari harga normal Rp18.500. Bear Brand dengan harga promo Rp9.700 dari harga Rp10.700 untuk harga normal.
Hari Valentine di Gorontalo tidak sepenuhnya dimaknai sebagai perayaan pasangan muda-mudi. Banyak anak muda yang memilih menyalurkan kasih sayang dalam bentuk sederhana, mulai dari memberi hadiah kecil, berbagi makanan, hingga meluangkan waktu bersama keluarga.
Apa itu Valentine Day?
Valentine day atau Hari Kasih Sayang dirayakan setiap 14 Februari sebagai momen dalam mengekspresikan cinta romantis, persahabatan, atau kasih sayang kepada orang terdekat melalui kartu ucapan, bunga, cokelat, atau hadiah.
Perayaan ini berasal dari kisah Santo Valentinus pada abad ke-3 M di Roma, seorang pendeta yang melawan dekrit Kaisar Claudius II dengan menikahkan pasangan muda secara rahasia dan akhirnya dieksekusi pada 14 Februari 270 M. Paus Gelasius I kemudian mengagungkannya sebagai hari peringatan.
Versi lain, Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang ini terkait festival pagan Lupercalia Romawi kuno yang dikristenkan, serta puisi Geoffrey Chaucer abad ke-14 yang menghubungkan 14 Februari dengan musim kawin burung, seperti dilansir dari Wikipedia.
Dalam tradisi modern, Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang meliputi pertukaran kartu "From Your Valentine", yang pertama kali diproduksi massal tahun 1847 oleh Esther Howland, serta perayaan romantis yang menyebar global termasuk Indonesia melalui pengaruh budaya Barat.
Hari Valentine dirayakan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Perancis, Meksiko, Inggris Raya, hingga berbagai belahan dunia lainnya.
Di Amerika Serikat pada 2026, Valentine jatuh pada Sabtu dan berdekatan dengan Hari Presiden yang diperingati pada Senin, 16 Februari.
Bulan Februari sendiri telah lama dikaitkan dengan tema cinta dan relasi. Bentuk perayaan modern Valentine diperkirakan mulai berkembang di Inggris pada pertengahan abad ke-17, bertepatan dengan tradisi menyambut musim semi. (*/Jefri)