Selasa, 3 Maret 2026

Human Interest Story

Kisah Yus Sahi Perintis Kopi Surplus Gorontalo: Makna Memanusiakan Manusia

Di tengah hiruk-pikuk Taman Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, yang kini hidup dengan deretan pelapak kopi jalanan, kami berkenalan dengan Yus Sahi.

Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kisah Yus Sahi Perintis Kopi Surplus Gorontalo: Makna Memanusiakan Manusia
TribunGorontalo.com
KOPI JALANAN -- Potret pengunjung di Kopi Surplus, Taman Kota Gorontalo, Kota Gorontalo, Rabu (11/2/2026) malam. Yus Sahi, mengungkap makna sebuah filosofi memanusiakan manusia. (Putri Salsabilah/Magang TribunGorontalo.com) 

Hasilnya pun nyata. Dalam kurun waktu yang relatif singkat, bisnis yang ia beri nama "Kopi Surplus" ini berkembang pesat. Sejak mulai serius beralih pada tahun 2025, transformasinya begitu terasa.

Kini, Yus telah mengelola lima cabang Kopi Surplus yang tersebar di beberapa titik strategis. Pertumbuhan ini tentu berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja yang ia lakukan.

Dari yang awalnya hanya dibantu tiga orang, kini Yus telah membina sepuluh orang karyawan. Baginya, pertumbuhan bisnis bukan hanya soal angka di rekening, tapi soal berapa banyak orang yang bisa ikut tumbuh bersamanya.

Filosofi "memanusiakan manusia" menjadi fondasi utama Yus dalam memimpin timnya. Ia memperlakukan karyawannya dengan memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan.

Ada aturan tidak tertulis yang ia terapkan di Kopi Surplus. Aturan ini lahir dari pengalaman pribadinya saat menjadi pekerja di masa lalu, yang seringkali merasa tertekan oleh kebijakan yang kaku.

Yus sangat memahami dinamika bekerja di ruang terbuka seperti taman kota. Ia menyadari bahwa tantangan terbesar bagi pelaku UMKM coffee street adalah faktor cuaca yang tidak menentu.

Taman Kota Gorontalo yang dulunya sepi dan sering disalahgunakan sebagai tempat yang negatif, kini berubah menjadi pusat ekonomi kerakyatan. Yus merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari perubahan positif tersebut.

Namun, berjualan di ruang terbuka artinya harus siap berhadapan dengan alam. Yus mencatat, setidaknya sudah enam kali kedainya harus berhadapan dengan hujan lebat saat jam operasional baru saja dimulai.

Banyak pedagang mungkin akan merasa kesal atau rugi saat hujan turun di waktu sibuk. Namun, Yus memilih untuk melihatnya sebagai rahmat Tuhan yang harus disyukuri dalam bentuk lain.

Para penikmat kopi duduk di Taman Kota
KOPI JALANAN -- Para penikmat kopi duduk di Taman Kota, Jl Jaksa Agung Suprapto, Kota Gorontalo. Yus Sahi menceritakan pengalamannya merintis usaha kopi jalanan. (Sumber Foto: Putri Salsabilah/Magang TribunGorontalo.com)

Baca juga: Kala Coffee, Simbol Keuletan 3 Anak Muda Gorontalo Rintis Usaha Kopi Jalanan

Jika hujan turun dan tidak memungkinkan untuk lanjut berjualan, Yus menunjukkan sisi empati yang tinggi sebagai seorang atasan. Ia seringkali meminta karyawannya untuk segera pulang agar tidak jatuh sakit.

Yang luar biasa, meskipun kedai harus tutup lebih awal karena cuaca, Yus tidak pernah memotong gaji karyawannya sedikit pun. Ia tetap memberikan hak mereka secara utuh seolah-olah penjualan berjalan normal.

Yus sangat menghargai usaha karyawannya yang sudah datang dari jauh dan bersiap untuk bekerja. Baginya, komitmen dan waktu yang mereka berikan tidak bisa dinilai hanya dari jumlah gelas yang terjual saat itu.

Kebijakan ini membuat hubungan antara Yus dan karyawannya menjadi sangat solid. Ada rasa saling memiliki (sense of belonging) yang kuat di dalam ekosistem Kopi Surplus.

Dari segi produk, Kopi Surplus tetap menjaga harga agar tetap kompetitif dan terjangkau bagi semua kalangan. Menu non-kopi dimulai dari harga Rp12.000, sementara menu kopi dalam ukuran kecil dibanderol Rp15.000.

Untuk mereka yang menginginkan porsi lebih besar, tersedia ukuran medium dengan harga Rp18.000 untuk non-kopi dan Rp20.000 untuk varian kopi. Harga ini dianggap sangat ramah di kantong masyarakat Gorontalo.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 03 Maret 2026 (13 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved